Penyandang Disabilitas Inginkan Guiding Block di Semua Trotoar Kota Lamongan
Penyandang disabilitas mengharapkan tersedianya guiding block atau garis kuning penunjuk jalan untuk tuna netra di seluruh trotoar bukan hanya di alun-alun Kota Lamongan.

LAMONGAN – Penyandang disabilitas mengharapkan tersedianya guiding block atau garis kuning penunjuk jalan untuk tuna netra di seluruh trotoar bukan hanya di alun-alun Kota Lamongan.
Hal itu disampaikan, Ketua DPC Pertuni Kabupaten Lamongan, Try Febri Khoirun Nidhom usai menggelar festival inklusi dengan menampilkan parade tongkat putih, panggung seni, pameran inklusi dan pijat refleksi gratis di alun-alun Kabupaten Lamongan.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan sudah bagus menyediakan guiding block (garis kuning) petunjuk untuk tuna netra. Alangkah baik jika ditambah di semua trotoar yang ada di Kota Lamongan sehingga teman-teman bisa berjalan dengan nyaman dan aman,” ujar Try Febri Khoirun Nidhom, Minggu (06/12/2020).
Khoirun sapaan Try Febri Khoirun Nidhom mengajak penyandang disabilitas untuk tidak berteriak tetapi juga berfikir bagaimana dan sampai dimana hak mereka terakomodasi dan setara dengan non disabilitas.
“Kami ajak mereka berfikir sampai dimanakah haknya bisa terakomodasi selayaknya teman-teman non disabilitas dari pemerintah,” katanya.
Peyandang disabilitas bukanlah kekurangan dan bukan hambatan, Khoirun menilai, meski seringkali terdengar bahwa disabilitas itu cacat, tidak sempurna, atau kurang beruntung.
“Kami hanyalah perpaduan hambatan fisik yang bertemu dengan lingkungan yang belum mendukung itu saja. Jadi jangan sandingkan disabilitas hanya sebatas hambatan,” akunya.

Untuk memperoleh lingkungan yang mendukung bagi mereka, Khoirun meminta, teman-teman disabilitas dan peran serta Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menyediakannya.
“Bagaimana kita harus berbuat dan saling merasakan. Selain itu ada tugas dari pemeritah yang harus menyediakan fasilitas yang layak. Contohnya transportasi yang kita gunakan itu masih ada diskriminasi. Pendidikan sampai dengan pekerjaan belum terfasilitasi dengan nyaman dan aman,” ucapnya.
Khoirun menambahkan, saat ini teman-teman penyandang disabilitas tidak perlu berteriak kesana kemari karena justru terhenti ditengah jalan. Menurutnya akan lebih penting bekerjasama karena disabilitas tidak bisa melangkah sendiri.
“Kami sampaikan kepada pemimpin-pemimpin yang ada di Kabupaten Lamongan, bukalah akses di semua sektor dan lini. Kami tidak minta di kasihani, tapi berikan kami kesempatan untuk berkarya. Karena masih banyak disabilitas yang belum bisa berkarya,” tutur pria yang juga penyandang disabilitas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

