Peristiwa Daerah

Direktur RSUD dr. Moh Saleh Probolinggo Ungkap Penyebab Tingginya Kematian Akibat Covid-19

Minggu, 20 Desember 2020 - 17:46 | 69.72k
Petugas di Kota Probolinggo melakukan rapid test antigen terhadap warga yang didapati melanggar protokol kesehatan. (Foto: Agus for TIMES Indonesia)
Petugas di Kota Probolinggo melakukan rapid test antigen terhadap warga yang didapati melanggar protokol kesehatan. (Foto: Agus for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Plt Direktur RSUD dr. Moh Saleh, Kota Probolinggo, Jatim, dr. Abraar HS. Kuddah menyatakan, selama ini 80 persen pasien Covid 19 menjalani perawatan di RSUD saat kondisinya memburuk. Hal itu menjadi penyebab tingginya angka kematian akibat Covid 19 di Kota Probolinggo.

Data itu disampaikan Abraar saat mendampingi Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama anggota Forkopimda, dalam siaran langsung di akun medsos Pemkot Probolinggo, Sabtu (19/12/2020) sore.

Advertisement

"80 persen masuk rumah sakit dalam keadaan pemburukan, sehingga angka kematian tinggi," ungkapnya.

Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau langsung ke RSUD dr. Moh Saleh, bila mengalami gejala Covid 19. Seperti demam, sesak nafas, batuk, kehilangan rasa dan gejala Covid 19 lainnya.

"Kami tidak pernah meng-Covid-kan pasien. Semuanya sesuai dengan hasil laboratorium," terang Abraar.

Data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo menunjukkan, secara kumulatif terdapat 1.238 kasus Covid 19 hingga Minggu (20/12/2020). Dari angka itu, 271 pasien masih dalam perawatan. Kemudian ada 882 pasien yang sembuh.

Adapun pasien yang meninggal, tercatat sebanyak 85 orang. Angka kematian di Kota Probolinggo melonjak pada pekan pertama Desember 2020. Antara tanggal 1 hingga 7 Desember, terdapat 22 pasien Covid 19 yang meninggal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES