Advertisement
Peristiwa Daerah

Sesepuh Pendekar Pagar Nusa Banyuwangi Mendadak Kumpul, Ada Apa?

Sesepuh pendekar Pagar Nusa Banyuwangi mendadak kumpul. Bertempat di Cafe Tudung Saji, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, mereka membahas sejumlah permasalahan pasca Pilkada Banyuwangi 2020.

TIMES Indonesia,
Sesepuh Pendekar Pagar Nusa Banyuwangi Mendadak Kumpul, Ada Apa?
Para sesepuh pendekar Pagar Nusa Banyuwangi, berkumpul membahas konflik pasca Pilkada. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Sesepuh pendekar Pagar Nusa Banyuwangi mendadak kumpul. Bertempat di Cafe Tudung Saji, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, mereka membahas sejumlah permasalahan pasca Pilkada Banyuwangi 2020.

"Sesuai arahan Kiai, Pilkada kini telah usai, maka saat ini sudah tidak ada kubu - kubu lagi," ucap Muhlis Amiruddin, Minggu (20/12/2020).

Advertisement

Untuk diketahui, Muchlis Aminudin, adalah pendekar kawakan Pagar Nusa, asal Purwoharjo. Disini, dia menegaskan bahwa Pagar Nusa adalah benteng Nahdlatul Ulama (NU) dan bangsa Indonesia.

“Tugas utama Pagar Nusa adalah meredam segala macam konflik, termasuk yang memicu potensi perselisihan diluar persoalan Pilkada,” cetusnya.

Menjadi landasan awal pertemuan 30 an senior Pagar Nusa Bumi Blambangan ini adalah titah Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini. Begitu pencoblosan dimulai, pada 9 Desember 2020 lalu, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Hidayah, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, tersebut telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh keluarga besar Nahdliyin dan masyarakat.

Agar meninggalkan seluruh euforia dukungan terhadap kandidat Cabup Cawabup. Dan kembali bersatu padu memikirkan masa depan Banyuwangi.

“Kami tidak ingin warga nahdliyin, termasuk Pagar Nusa selaku pasukannya NU ikut larut dalam persoalan konflik,” kata Abdul Muchid, eksponen Pagar Nusa lainnya.

Advertisement

“Dan sudah menjadi kewajiban Pagar Nusa untuk mengikuti seluruh instruksi yang diberikan Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Sementara itu, Mahfud Syamsul Hadi, eksponen Pagar Nusa asal Kecamatan Siliragung menyampaikan bahwa kemunculan konflik di momen politik merupakan sebuah keniscayaan. Namun, dengan adanya musyawarah kalangan sesepuh dia optimis segala permasalahan akan bisa diredam.

“Hasil pertemuan para pendahulu Pagar Nusa ini akan disampaikan langsung kepada pengurus ditingkat cabang,” ucapnya.

Keyakinan Mahfud ini bukan tanpa alasan. Tapi, peserta musyawarah kali ini memang kalangan senior sekaligus representasi kepengurusan Pagar Nusa Banyuwangi. “Dengan adanya instruksi dari Ketua PCNU Banyuwangi, serta digerakkan oleh Pagar Nusa, kondusifitas daerah pasca Pilkada Banyuwangi, insya Allah tetap terjaga,” cetus Mahfud. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

H
PenulisHafid Nurhabibi (MG-311) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia