Advertisement
Peristiwa Daerah

Menuju Hari Natal, Gereja Katedral Ijen Siap Laksanakan Ibadah

Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembatasan dan protokol kesehatan bagi para gereja di Kota Malang dalam melaksanakan ibadah hari Natal tanggal 25 Desember 2020 mendatang. Gereja Katedral St. Perawan Maria Gunung Karmel (Gerej

TIMES Indonesia,
Menuju Hari Natal, Gereja Katedral Ijen Siap Laksanakan Ibadah
Suasana persiapan Gereja Katedral St. Perawan Maria Gunung Karmel (Gereja Ijen) menjelang hari Natal 25 Desember 2020 mendatang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembatasan dan protokol kesehatan bagi para gereja di Kota Malang dalam melaksanakan ibadah hari Natal tanggal 25 Desember 2020 mendatang. Tak terkecuali Gereja Katedral St. Perawan Maria Gunung Karmel (Gereja Katedral Ijen) telah menyiapkan segala sesuatunya jelang malam Natal dan hari Natal.

Ketua Dewan Pastoral Paroki Gereja Ijen, Adrianus Gerry mengatakan, pihak gereja telah menyiapkan dua metode pelaksanaan malam natal dan hari natal.

Advertisement

"Kita akan lakukan secara daring dan luring. Khusus untuk yang luring kita batasi 190 jemaat dari kapasitas sebenarnya dalam satu sesi sebanyak 700 jemaat," ujar Gerry, Rabu (23/12/2020).

Persiapan tersebut telah dilakukan sejak bulan September 2020 lalu. Untuk para jemaat gereja yang melaksanakan ibadah secara luring harus melakukan pendaftaran secara online.

"Pendaftaran sudah kita lakukan sejak November 2020 lalu dan kita lakukan secara online juga. Pendaftaran untuk ibadah luring juga sudah hampir penuh, jadi kita siapkan untuk yang daring melalui streaming lewat youtube seperti paskah lalu," ungkapnya.

Untuk sistematis jam pelaksanaan malam natal dan hari natal, Gerry menyebutkan, untuk biasanya pihak gereja Ijen melakukan misa sebanyak 3 sesi namun saat ini dilakukan sebanyak 5 sesi.

"Untuk tanggal 24 di malam natal itu kita lakukan dua sesi di jam 18.00 WIB dan 21.00 WIB. Untuk tanggal 25 di hari natal, kita mulai pukul 05.30 WIB hingga yang terakhir pukul 19.00 WIB. Jadi kita lakukan 5 sesi," katanya.

Advertisement

Pihak gereja Ijen pun tidak seperti tahun sebelumnya, saat ini tidak menyediakan tenda-tenda di luar gereja. Namun hanya ada tenda didalam lingkungan gereja untuk tempat antrian masuk dan panitia saja.

"Terus tidak ada pemasangan tenda, hanya ada tenda didalam. Itu pun untuk antrian jemaat dan panitia saja," imbuhnya.

Untuk tim medis, lanjut Gerry, pihaknya telah menyiapkan sekitar dua tenaga medis di gereja. Itu pun untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Kita siapkan kemungkinan dua dokter yang standby disini. Dua dokter itu juga dari kami sendiri karena memang ada poli yang mengurusi itu," katanya.

Untuk protokol kesehatan, pihak gereja Ijen sudah menyiapkan sedetail mungkin. Mulai alat thermogun, pengamanan dari pihak polres dan jajaran hingga didalam ruangan yang pastinya diberikan jarak.

"Kita juga rutin semprotkan uap disinfektan setiap harinya, tidak hanya ketika dilakukan ibadah saja. Ini bertujuan agar tetap menjaga kesterilan lingkungan Gereja Katedral Ijen," pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia