Proyek Petrochemical Complex Ancam Hilangnya Tiga Situs Bersejarah di Indramayu
Proyek pembangunan proyek Petrochemical Complex di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, mengancam hilangnya tiga situs bersejarah.

INDRAMAYU – Proyek pembangunan proyek Petrochemical Complex di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, mengancam hilangnya tiga situs bersejarah.
Ketiga situs bersejarah tersebut adalah situs Buyut Sanggem, Buyut Asup'pan, dan Tapakan Kedokan (Balong) Buyut Cagak. Ketiga situs tersebut merupakan peninggalan dan makam dari sesepuh Desa Majakerta, sekaligus penyebar agama Islam pada masa lampau.
Menurut salah satu warga setempat, Rendra (52), ketiga makam bersejarah tersebut sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Bahkan hingga saat ini, masyarakat selalu menggelar tahlil setiap malam Jumat sebagai bentuk penghormatan.
"Masyarakat rutin tahlilan di situs bersejarah ini," jelasnya, Jumat (8/1/2021).
Kini, ketiga situs bersejarah tersebut terancam hilang, karena wilayah Desa Majakerta akan dibangun proyek Petrochemical Complex. Menyikapi hal tersebut, masyarakat pun mengajukan petisi bernama Petisi Suara Rakyat.
Terdapat tiga poin dalam petisi tersebut, pertama adalah memberikan hak dan harga sekramat-kramatannya. Kedua, penentuan relokasi tempat harus dari warga dan masyarakat Desa Majakerta. Dan ketiga, menghidupkan Sungai Gebang Sawit untuk nelayan.
Dalam petisi tersebut juga, masyarakat menitikberatkan pada situs bersejarah yang terancam hilang tersebut. Masyarakat pun meminta agar pembangunan mega proyek Petrochemical Complex tersebut bisa dibicarakan secara musyawarah guna mencari solusi. "Solusi ini sebagai bentuk penyelamatan sejarah panjang Desa Majakerta yang menjadi kearifan lokal masyarakat," jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

