Bonsai, Pohon Imut yang Estetik dan Banyak Diminati

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Bagi kalangan pecinta tanaman hias, Bonsai adalah salah satu tanaman yang menjadi primadona. Bentuknya yang unik dan estetik menjadikan bonsai sebagai salah satu tanaman yang paling diminati.
Bonsai sendiri adalah tanaman yang berasal dari Jepang. Saat jaman dinasti bonsai hanya dimiliki kalangan kerajaan saja.
Advertisement
Salah satu penjual Bonsai yakni Sujud Sukur mengatakan bahwa Bonsai adalah suatu seni gerak pohon. Bonsai merupakan pohon yang dibuat seastetik mungkin. Ukurannya pun juga bergam mulai dari yang paling kecil yakni 10 cm hingga paling besar diatas 190 cm.
Sujud mengatakan bahwa peminat Bonsai cukup banyak. Bahkan Bonsai bukanlah jenis tanaman yang musiman atau tanaman yang hanya disenangi pada satu masa saja, akan tetapi selalu menjadi primadona bagi pecintanya disetiap waktu.
“Jadi masanya tetap hidup gak ada musim karena dia proses seni, katakanlah kita beli bahan bonsai 200 ribu untuk tahun ini kita bisa rawat 5 tahun sampa kedepan 8 tahun kedepan harganya bisa mahal, jadi bonsai ini investasi yang tanpa pajak,” ujar pemilik usaha bonsai dengan nama Pohon Mungil itu
“Kalau ditanya kenapa orang suka bonsai itu ya berbeda-beda, kalau saya kenapa suka bonsai karena memiliki nilai estetik, memiliki keindahan jadi setiap geraknya itu memiliki keindahhan tersediri,” tambahnya.
Sujud juga mengatakan bahwa perawatan bonsai sendiri tidaklah susah. Kita hanya perlu menyiram setiap pagi dan sore serta memberi pupuk 2 kali dalam satu tahun.
Sementara jika ukuran Bonsai tak ingin tidak terlalu besar, maka harus sering dilakukan pemangkasan batang.
“Dulu awal-awal membuat bonasi itu susah, kok mati terus, ya terus saya belajar, saya pelajari ya alhamdulillah bisa,” ujarnya saat ditemui di Ciputra World Mall, Sabtu (16/1/2020).
Sujud menjual Bonsai dengan beragam harga mulai dari Rp 200 ribu hingga puluhan juta. “yang saya bawa disini sampai 5 juta,” jelasnya.
Bonsai sendiri adalah tanaman hasil dongkel atau stek maupun grafting dari batang atau ranting pohon besar. Bonsai kemudian ditanam di por. Kalau saya ini dari pohon dari dongkelan alam, ada juga dari stek," tutur penjual Bonsai itu. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |