Peristiwa Daerah

Dua Dasawarsa DPRD Maluku Utara, Ini Harapan Ketua Kuntu Daud

Selasa, 19 Januari 2021 - 23:42 | 46.70k
Ketua DPRD Malut Kuntu Daud saat memberikan sambutan di acara syukuran hari jadi DPRD ke 20. (Foto: Wahyudi Yahya/TIMES Indonesia)
Ketua DPRD Malut Kuntu Daud saat memberikan sambutan di acara syukuran hari jadi DPRD ke 20. (Foto: Wahyudi Yahya/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, TERNATEDPRD Maluku Utara menggelar syukuran hari jadi ke 20 tahun, di halaman sekretariat DPRD di Kota Ternate, Selasa (19/1/2021) malam.

Acara seremoni perayaan hari jadi DPRD ini dengan pemotongan tumpeng yang diawali oleh Ketua DPRD, Kuntu Daud dan diserahkan ke Wakil Gubernur Al Yasin Ali. Selanjutnya pemotongan tumpeng disusul pimpinan DPRD lainnya.

Advertisement

Kuntu-Daud-2.jpg

Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD Kuntu Daud dan Anggota, Wakil Gubernur M Al Yasin Ali, Sekprov Samsuddin A Kadir, Sekwan Abubakar Abdullah, tokoh masyarakat, dan akademisi.

Kuntu Daud dalam sambutannya menyampaikan bahwa DPRD sebagai lembaga politik mengemban "tugas mulia" yakni melakukan Pengawasan, Membentuk Peraturan Daerah dan ikut Menyusun Anggaran.

"Pelibatan masyarakat dalam trilogi fungsi tersebut adalah sebuah keniscayaan dari sebuah sistem politik disebuah negara demokrasi," ucap politisi PDI Perjuangan ini

Kuntu-Daud-3.jpg

Kuntu menyatakan, peran strategis DPRD sebagai perumus kebijakan tidak akan dimainkan secara apik manakala tidak ditopang oleh instrumen pengumpan yang bisa menghasilkan keputusan-keputusan politik pemerintahan yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

"Salah satu instrumen pengumpan yang sangat dibutuhkan adalah kontribusi dari masyarakat dan stakeholder," ujarnya

Kuntu menambahkan, diusia yang menginjak 20 tahun atau dua dasawarsa ini, DPRD secara terbuka meminta partisipasi masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi, dan Media harus bisa memainkan peran sebagai "sparing partner" bagi para legislator.

"DPRD Maluku Utara membutuhkan masukan, saran serta evaluasi sebagai bagian dari muhasabah, refleksi kritis terhadap apa yang telah dibuat dan dihasilkan dalam merawat demokrasi," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES