Warung Outdoor Mang Adam yang Unik di Kota Tasikmalaya
Di kalangan penggiat olahraga alam bebas Kota Tasikmalaya siapa yang tidak mengenal Warung Outdoor Mang Adam.

TASIKMALAYA – Di kalangan penggiat olahraga alam bebas Kota Tasikmalaya siapa yang tidak mengenal Warung Outdoor Mang Adam.
Warung outdoor yang unik ini memanfaatkan paviliun rumah seluas 2.5 x 6 meter. Adapun alamatnya di Jalan Bojong Kidul Nomor 98 Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya,
Warung outdoor ini menyediakan beberapa peralatan kebutuhan untuk aktivitas berkegiatan di alam bebas, mulai dari alat alat mendaki gunung (mountaineering), Telusur Gua (Caving), Panjat Tebing (climbing), Sepeda Gunung (Mountainbike), Arung Jeram ((Rafting)
Adam Malik kelahiran Tasikmalaya (51 Tahun), akrab disapa Mang Adam. Pemilik Warung Outdoor ini bercerita bahwa usaha yang dirintisnya itu mulai tahun 1998, bermula dari membantu rekan untuk mencarikan celana lapangan quickdray merk The North Face yang pada saat ini itu banyak dicari oleh para penggiat olahraga alam bebas.
“Berangkat dari banyaknya permintaan dari beberapa rekan penggiat outdoor, ia menangkap peluang usaha ini. Pada saat itu di Tasikmalaya baru ada satu toko yang menjual alat alat untuk aktivitas outdoor. Dengan mengunakan sepeda MTB, ia berkeliling ke beberapa basecamp MAPALA dan beberapa kelompok pecinta alam mengantarkan barang pesanan,” jelasnya sambil tersenyum mengenang awal rintisan perjalanan usaha puluhan tahun yang lalu.
Adam gemar berkegiatan di olahraga alam bebas sejak duduk di bangku SMP. Setelah masuk SMA, ia menjadi anggota siswa pecinta alam Napak Rimba SMA Negeri 2 Tasikmalaya. Dengan dibekali gemblengan dari para seniornya, ia terus menggali pengetahuan dengan bergabung dengan Keluarga Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam Jarambah QC.
Ia juga mengikuti beberapa pelatihan dan sosialisasi yang diselenggarakan oleh BKSDA, juga Sekolah Panjat Tebing Skygers Indonesia di Bandung.
Beberapa keunikan yang menjadi magnet konsumen warung outdoor Mang Adam adalah selalu menyuguhkan secangkir kopi (kopi petulang : istilah para pelanggan) sambil mengedukasi berjam- jam tentang barang yang dijualnya.
Bahkan, mang Adam memberikan layanan panduan bagi pendaki pemula seperti sispala untuk beberapa gunung yang ada di seputaran Tasikmalaya, Ciamis dipandu dalam jalur pendakian dengan menggunakan teknologi GPS Google maps. Sehingga posisi koordinat pendaki dapat dipantau setiap saat. Semua itu tidak dipungut biaya alias gratis.
"Ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab moral saja selaku pengggat alam, apalagi masuk dalam sebuah organisasi KPA terutama kelompok pecinta alam yang ada di SMU yang memang sebagian besar belum memiliki guru pembimbing atau pembina yang pahan terhadap budaya organisasi KPA,” jelasnya.
Menurutnya tidak seperti Pramuka, PKS dan sebagainya yang sudah jelas pola pembinaannya mulai tingkat nasional sampai ke tingkat kabupaten/kota. Padahal keberadaan mereka (KPA) mempunyai peranan yang penting terutama dalam penempaan mental dan jiwa sosial.
Sementara itu, Harisman selaku Manager Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kota Tasikmalaya mengungkapkan, pihakknya telah berkali-kali berbelanja untuk pengadaan tim.
“Warung outdoor ini memang istimewa karena mang Adam memberikan edukasi mengenai setiap alat serta memberikan referensi jika barang yang dicari tidak ada di warungnya,” papar Harisman.
Selain menjual alat, mang Adam juga memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi tim BPBD dan para penggiat alam . “Maka sangatlah wajar apabila pemilik warung outdoor mang Adam di tahun 2008 mendapat Anugrah Lencana sebagai Polisi Kehormatan dari Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. selaku Kepolisian Wilayah Priangan atas karyanya ikut menggali Budaya Peninggalan Kabuyutan Galunggung " ujarnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

