Advertisement
Peristiwa Daerah

Ribuan Buah Kelapa Terdampar di Pantai Desa Galo-Galo Pulau Morotai

Masyarakat Desa Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara dikagetkan dengan ribuan buah kelapa kering yang tercampar di pantai pulau wisata tersebut.

TIMES Indonesia,
Ribuan Buah Kelapa Terdampar di Pantai Desa Galo-Galo Pulau Morotai
Buah kelapa kering yang terdampar di pantai Pulau Galo-Galo Morotai. (Foto: Masyarakat Galo-Galo For TIMES Indonesia)
A-AA+

MOROTAI Masyarakat Desa Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara dikagetkan dengan ribuan buah kelapa kering yang tercampar di pantai pulau wisata tersebut.

Kehebohan warga terjadi sejak senin kemarin sore hingga Selasa pagi 26 Januari 2021. Pasalnya, ribuan buah kelapa secara bergerombol hanyut entah dari mana asalnya. Kelapa ini dibawa arus laut dan gelombang hingga terdampar di Pantai Pulau berpasir putih itu.

Advertisement

buah kelapa terdampar 2

Hal tersebut, membuat masyarakat berspekulasi dengan berbagai dugaan soal asal muasal buah kelapa kering dalam jumlah besar terdampar di Desa mereka.

Ada yang menduga buah kelapa tersebut berasal dari Pulau Morotai dibawa banjir karena, hujan lebat beberapa hari ini. Juga ada yang menduga buah kelapa itu asal dari Galela, Halmahera Utara karena, terjadi banjir bandang pekan silam.

"Ribuan buah kelapa kering yang terapung dan terdampar ini mungkin disebabkan oleh banjir, karena beberapa hari terjadi hujan lebat," ungkap Bahrun Mahmud, warga Pulau Galo-Galo yang memungut kelapa itu, Selasa (26/1/2021).

Warga memungut ribuan buah kelapa kering yang masih terapung dengan mengunakan perahu untuk kemudian dibawa ke darat.

Advertisement

"Diduga kuat ribuan buah kelapa kering ini, milik petani kelapa di Galela. Karena, pada 15 Januari 2021 terjadi banjir bandang di sungai Tiabo Galela Barat dan bisa juga milik petani Morotai karena, pada 24 Januari 2021 terjadi banjir di Kecamatan Morotai Jaya," kata warga Galo Galo, Achmad Baligi, saat menghubungi TIMES Indonesia.

buah kelapa terdampar 3

Jamdin Sadik, warga lain menambahkan, ribuan buah kelapa kering dipungut di Pantai Pulau Galo Galo dan Pulau Pelo yang juga masih di wilayah Desa Galo-Galo.

"Sementara ini kami kumpulkan seluruh buah kelapa kedaratan Desa Galo Galo. Rencananya diserahkan ke Pemerintah Desa atau diolah menjadi kopra. Karena kami juga tidak tahu siapa pemiliknya," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Halil Husain
PenulisAbdul Halil HusainPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia