Advertisement
Peristiwa Daerah

Di Majalengka Ada Desa yang Mulai Ditinggalkan Penghuni

Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak viral usai munculnya video yang diunggah di channel youtube Bucin TV.

TIMES Indonesia,
Di Majalengka Ada Desa yang Mulai Ditinggalkan Penghuni
Rumah warga di Dusun Tarikolot, Desa Sidamukti, Kabupaten Majalengka yang ditinggalkan penghuninya akibat bencana alam. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)
A-AA+

MAJALENGKA Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak viral usai munculnya video yang diunggah di channel youtube Bucin TV. Video itu memperlihatkan kondisi terkini pemukiman warga di Desa Sidamukti yang ditinggal penghuninya akibat bencana alam.

Usut punya usut, desa mati itu berada di Dusun Tarikolot yang masih berada di wilayah Desa Sidamukti. Dusun tersebut mulai ditinggalkan warganya sejak tahun 2010 lalu akibat sering terjadinya pergeseran tanah.

Advertisement

Dari pantauan di lokasi Dusun Tarikolot, rumah-rumah warga tampak terbengkalai dan tak terurus. Selain terbengkalai, ada juga rumah warga yang tertimbun akibat pergeseran tanah. Jalan di dusun tersebut juga terlihat dipenuhi lumut karena lama tak dilalui.

Meski begitu, masih ada juga warga yang tetap tinggal di Dusun Tarikolot meski bahaya pergerakan tanah mengancam dan bisa terjadi kapan saja. Sementara, sebagian besar warga lainnya telah pindah ke tempat relokasi yang disediakan.

Kepala Desa Sidamukti, Karwan mengungkapkan warga Dusun Tarikolot mulai pindah ke tempat relokasi sejak tahun 2009 lalu. Dikarenakan sering terjadi pergerakan tanah yang membuat banyak rumah warga rusak hingga tertimbun tanah.

Rumah-warga-di-Dusun-Tarikolo-2.jpg

"Kejadiannya itu dari dulu, kalau saya sendiri tahunya dari 2006 pergerakan tanah itu parah. Nah mulai tahun 2009 sampai 2010 warga Dusun Tarikolot ini mulai direlokasi," ucap Karwan, Senin (1/2/2021).

Advertisement

Karwan menjelaskan Dusun Tarikolot memang berada di zona merah rawan bencana berdasarkan data dari Badan Geologi Bandung. Hal itu terbukti dari seringnya kejadian pergerakan tanah di dusun tersebut.

Bahkan kata Karwan, peristiwa pergerakan tanah dengan skala besar mengancam setiap 20 tahun sekali.

"Melihat data dari Badan Geologi, dusun ini termasuk daerah rawan bencana dan setiap saat itu terjadi perubahan posisi tanah dengan skala kecil. Namun untuk skala besar itu 20 tahun sekali, makanya kenapa direlokasi kita antisipasi tahun 2026 nanti," ucapnya.

Ia mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Majalengka akhirnya menyediakan lahan untuk dibangun pemukiman baru bagi warga Dusun Tarikolot pada tahun 2009 lalu. Tercatat, di Dusun Tarikolot saat itu terdapat 180 rumah dan 253 kepala keluarga yang semuanya harus direlokasi.

"Disana itu ada 180 rumah dan 253 KK yang harus direlokasi. Akhirnya dibangunlah rumah untuk sejumlah KK di Dusun Buahlega yang kondisinya aman dari bencana itu," terangnya.

Sayangnya, kata dia, tidak semua warga Dusun Tarikolot mau direlokasi dan pindah ke tempat baru yang telah disediakan. Saat ini di Dusun Tarikolot masih terdapat sekitar delapan KK yang belum pindah.

Hal itu disebabkan lantaran warga Dusun Tarikolot yang mayoritas bekerja sebagai petani merasa keberatan jika harus menempuh jarak yang cukup jauh dari pemukiman baru ke lahan pertaniannya.

"Padahal sudah disediakan lahan dan rumah baru di Dusun Buahlega, tapi ya mungkin karena merasa jauh dari lahannya yang memang dekat dari Dusun Tarikolot, mereka belum mau pindah. Sekarang yang masih bertahan ada 8 KK," ujarnya.

Saat ini Pemerintah Desa Sidamukti sendiri berencana untuk menjadikan Dusun Tarikolot yang sudah ditinggal sebagian besar warganya untuk ditanami tanaman keras seperti pohon mahoni dan pohon jati. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Jaja Sumarja
PenulisJaja SumarjaSMA. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum dan kriminal, pemerintahan, pendidikan, seni, budaya serta isu lainnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia