Selain Blok Tarikolot, Tiga Daerah di Majalengka Harus Direlokasi
Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak viral karena tidak ada penghuni.

MAJALENGKA – Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak viral karena tidak ada penghuni. Selain daerah itu, masih ada tiga wilayah lainnya yang harus dikosongkan akibat bencana alam.
Bencana, seperti longsor dan tanah bergerak itu sangat mengancam jiwa warga jika terus memaksakan tinggal di lokasi tersebut. Relokasi pun harus dilakukan.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto mengatakan, hal serupa terjadi di Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih. Di sana terdapat 21 rumah yang harus dikosongkan akibat pergerakan tanah.

Kemudian, di Dusun Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, juga terdapat 21 rumah yang rusak dan harus dikosongkan. "Warga di kedua daerah itu harus direlokasi," ungkap Indrayanto, Rabu (3/2/2021).
Selain itu, kata dia, tempat ketiga yang harus direlokasi adalah 13 rumah warga yang berada di bantaran Sungai Cijurai, Kelurahan Munjul yang terkena abrasi. Pemkab Majalengka tengah berupaya mencari lahan untuk dibangun pemukiman baru sebagai tempat relokasi bagi warga di tiga wilayah tersebut.
"Semuanya harus direlokasi. Kami baru pengadaan tanah, sudah mengusulkan ke BNPB untuk ditangani. Maksimal tahun ini harus selesai ditangani. Tapi kalau lewat nanti diserahkan ke Pemda, ditangani lintas sektoral," ucapnya.
Ia menambahkan, empat lokasi tersebut, termasuk Blok Tarikolot memang berada di zona merah rawan bencana. Hal itu juga didukung dari laporan Badan Geologi Bandung yang menunjukkan daerah tersebut tidak aman dijadikan tempat tinggal.

Namun, dari empat lokasi tersebut, pergerakan tanah yang paling parah terjadi di Dusun Tarikolot. Itu sebabnya, 180 rumah di sana dikosongkan dan 253 kepala keluarga harus direlokasi.
"Memang di sana rawan sekali longsor dan harus direlokasi semua. Kejadian terakhir itu sebulan lalu pergerakan tanah yang mengakibatkan jalan bergeser karena terdorong dari atas. Tapi, alhamdulillah selama ini tidak ada korban jiwa. Paling kerusakan insfratruktur dan rumah tinggal," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, 180 rumah di Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka harus dikosongkan akibat ancaman bencana pergerakan tanah. Hal itu membuat 253 KK di blok tersebut harus direlokasi ke tempat baru yang lebih aman.
Relokasi untuk penduduk Blok Tarikolot masih berada di Desa Sidamukti tepatnya di Blok Buahlega. Peristiwa bencana alam pergerakan tanah di Sidamukti sendiri pertama kali terjadi pada tahun 2006 silam. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


