Advertisement
Peristiwa Daerah

Sejumlah Babi Mati Mendadak di Sumba Timur, Kadisnak: Karena ASF Gelombang Kedua

Akibat penyakit sejumlah ternak babi di Kabupaten Sumba Timur NTT mati secara mendadak.

TIMES Indonesia,
Sejumlah Babi Mati Mendadak di Sumba Timur, Kadisnak: Karena ASF Gelombang Kedua
Sejumlah ternak babi terkena penyakit ASF (Foto:Tribunnews Kupang)
A-AA+

SUMBA TIMUR Akibat penyakit sejumlah ternak babi di Kabupaten Sumba Timur NTT mati secara mendadak. Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Kabupaten Sumba Timur Ir. Yohanis Radamuri mengakui adanya penyakit African Swine Fever (ASF) gelombang kedua yang melanda sejumlah ternak babi di Sumba Timur.

“Penyakit ASF ini adalah penyakit pada ternak babi yang sangat menular yang menyebabkan kematian ternak babi secara mendadak dan ini adalah gelombang kedua yang terjadi di Sumba Timur setelah beberapa bulan lalu,” kata Yohanis Radamuri Rabu (3/2/2021).

Advertisement

Menurutnya, sesuai kondisi saat ini berdasarkan surat imbauan Dinas Peternakan Provinsi NTT setelah Natal dan Tahun baru akan muncul kembali ASF atau penyakit ternak babi gelombang kedua. 

“Kita sudah cek ternak babi yang mati memang sudah banyak terjadi dimana-mana. Oleh sebab itu kemarin kami sudah keluarkan surat imbauan untuk teman-teman di lapangan melakukan pendampingan kepada masyarakat pemilik ternak babi untuk tetap menjaga kebersihan kandang dan pakan yang baik,” jelasnya.

Yohanis menjelaskan, untuk saat ini data jumlah kematian ternak babi belum didata. Pihaknya masih melakukan pengecekan namun di lapangan sudah banyak ternak babi yang mati mendadak bahkan dari banyaknya ternak babi mati hingga sepanjang jalan di luar Kota terkesan dibuang di pinggir jalan.

“Jadi sekarang ini kami belum data ternak babi yang mati yang pasti banyak sesuai laporan masyarakat sampai di pinggir-pinggir jalan banyak babi yang mati,” ujarnya.

Yohanis mengimbau kepada masyarakat pemilik ternak babi diharapkan jangan membuang bangkai ternak babi sembarang tempat kerena dampak menyebabkan penularan. Oleh sebab itu babi yang mati karena penyakit ASF dimasukan kedalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas unutk mencegah penularan yang lebih luas.

Advertisement

“Saya imbau agar pemilik ternak babi yang mati jangan buang sembarang tempat. Usahakan masukan dalam kantong dan segera dikubur supaya jangan membawa penularan ke ternak lainnya,” tandas Yohanis Radamuri Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur NTT. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia