Advertisement
Peristiwa Daerah

Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Tetap Bertahan di Masa Pandemi

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) payung Geulis di Kota Tasikmalaya terus berikhtiar untuk mempertahankan aktivitas produksi yang nyaris gulung tikar selama pandemi Covid-19.

TIMES Indonesia,
Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Tetap Bertahan di Masa Pandemi
Sheni Martiani (21) melukis payung geulis di area penjemuran rumah produksi di Kampung Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) payung Geulis di Kota Tasikmalaya terus berikhtiar untuk mempertahankan aktivitas produksi yang nyaris gulung tikar selama pandemi Covid-19.

Para perajin dituntut menerapkan strategi agar tetap mampu berkarya dan memasarkan hasil produksinya. Di antaranya, dengan memanfaatkan teknologi daring (online). Teknologi daring dimanfaatkan untuk mampu melawan gerusan resesi ekonomi selama pandemi dan dapat menjangkau para calon pembeli.

Advertisement

Mak-Iyah-75-melukis-payung-geulis.jpg
Sandi Mulyana (40) merangkai rangka payung geulis berbahan dasar bambu dan benang di rumah produksi, Kampung Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Seorang pegiat pariwisata Kota Tasikmalayan, Ervan Kurniawan mengungkapkan, pihaknya bersama sesama pegiat pariwisata telah berusaha membantu para perajin payung geulis agar bisa tetap menjual hasil produksinya.

Ia dengan pelaku usaha pariwisata di Kota Tasikmalaya kerap mengenalkan produk payung geulis dalam sejumlah kegiatan dan kepada para tamu yang melancong ke Tasikmalaya.

"Saya bersama rekan-rekan agen perjalanan tak pernah berhenti membantu para pengusaha dengan memperkenalkan produk payung geulis kepada setiap tamu yang datang ke sini," ungkapnya kepada TIMES Indonesia di Kantor Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), Jumat (12/2/2021).

Sandi-Mulyana-40-merangkai-rangka-payung-geulis-berbahan-dasar-bambu-dan-benang.jpg
Mak Iyah (75) melukis payung geulis tanpa sketsa di rumah produksi, Kampung Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Bahkan, Ervan dan para penyedia jasa perjalanan di Tasikmalaya juga mengenalkan produk UMKM payung geulis ini dengan menayangkannya di website dan sarana digital lainnya.

Dengan demikian, diharapkan payung geulis produksi Kota Tasikmalaya ini dikenal lebih luas. "Pemanfaatan teknologi digital memilki daya jangkau yang tak terbatas," papar Ervan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia