Peristiwa Daerah

Kapal Bocor, Tiga Nelayan Terombang Ambing di Perairan Indramayu

Jumat, 19 Februari 2021 - 16:07 | 83.94k
Ilustrasi kapal terkena ombak laut. (Foto: 123rf.com)
Ilustrasi kapal terkena ombak laut. (Foto: 123rf.com)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Kapal yang ditumpangi tiga nelayan di Kabupaten Indramayu mengalami kebocoran hingga terseret arus gelombang laut yang tinggi di perairan Kabupaten Indramayu, Jumat (19/2/2021).

Ketiga nelayan asal Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu tersebut adalah Sujana, Darim, dan Lasmita.

Advertisement

Beruntung, nyawa ketiga nelayan tersebut masih selamat, lantaran menggunakan pelampung seadanya. Mereka pun terombang-ambing di lautan selama beberapa jam.

Ketiga nelayan tersebut akhirnya diselamatkan oleh kapal Pertamina TB Balongan II yang melintas di lokasi tersebut. Kru kapal yang mendengar teriakan meminta tolong para nelayan itu langsung sigap menolong. Mereka pun langsung mengevakuasi tiga orang nelayan ke dalam kapal TB Balongan II.

Kapten Kapal TB  Balongan II, Moektar mengaku mendengar teriakan minta tolong di sekitar SPM 150.000 DWT, yang merupakan fasilitas transfer minyak Pertamina RU VI Balongan. Begitu tahu kalau itu adalah kapal nelayan yang diterjang ombak, kru kapal langsung menolongnya.

"Kru kapal TB Balongan II dari Marine RU VI Balongan juga bergegas memberikan pertolongan serta melakukan evakuasi terhadap ketiga nelayan. Alhamdulillah semuanya dalam kondisi selamat, meski satu nelayan yakni Darim mengalami keluhan sakit mual," jelasnya.

Meski ketiga penumpangnya selamat, lanjutnya, namun perahu nelayan yang bocor tidak dapat diselamatkan. Bangkai perahu nelayan terseret dan terbawa arus gelombang tinggi di laut.

"Nelayan yang kita selamatkan harus menunggu beberapa jam untuk dibawa ke darat. Cuaca buruk dan ombak tinggi jadi kendala," kata dia.

Moektar menjelaskan di area SPM merupakan area khusus kegiatan operasi Pertamina RU VI Balongan. Karena area tersebut merupakan lokasi transfer baik loading maupun unloading minyak. 

"Pertamina yang merupakan area high risk dan rawan kebakaran, selayaknya para nelayan tidak mencari ikan atau mendekati lokasi tersebut yang merupakan area penting bagi perusahaan obyek vital nasional PT Pertamina RU VI Balongan," jelas usai evakuasi di perairan Kabupaten Indramayu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES