ASN Ciamis Ikut Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Puluhan ASN mengikuti uji kompetensi untuk pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan diselenggarakan di Kantor BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) Ciamis.

CIAMIS – Puluhan ASN mengikuti uji kompetensi untuk pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan diselenggarakan di Kantor BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) Ciamis.
"Seleksi ini diadakan karena adanya tujuh jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Ciamis yang kosong. Itu karena adanya pimpinan yang telah pensiun atau dimutasi ke jabatan pimpinan tinggi pratama yang lain," tutur Sekretaris Daerah Ciamis, Tatang, Kamis (4/3/2021).
ASN yang mengikuti seleksi ini ada 26 peserta. Mereka akan mengisi jabatan tersebut sesuai dengan ketentuan dalam seleksi terbuka di uji kompetensi tersebut.
"Tugas pelayanan masyarakat dan pembangunan dapat berjalan lebih efektif, akseleratif, efisien dan sesuai dengan harapan masyarakat jika memiliki SDM (Sumber daya Manusia) yang berkualifikasi paripurna. Jadi, SDM identik dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap instansi pemerintah," jelas Tatang.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Ciamis menyatakan tujuan adanya uji kompetensi ini. "Ini bertujuan untuk menjaring calon pimpinan jabatan pimpiman tinggi pratama yang memiliki integritas, kompetensi dan berkinerja yang baik," papar Yeyet Trisnayati Trisno.
Tujuh jabatan yang kosong itu adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Perhubungan, Staf Ahli Bidang Administrasi dan Sumber Daya Manusia, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Selain karena pensiun dan mutasi, ketujuh jabatan itu sedang kosong karena promosi dan pembentukan organisasi perangkat daerah baru," ujar Yeyet.
Uji kompetensi ini meliputi 2 tahapan, pertama dengan metode wawancara, penulisan dan pengujian makalah, analisis rekam jejak oleh panitia seleksi. Sementara metode kedua, yaitu dengan wawancara kompetensi, kuisioner kompetensi dan metode role play yang dilaksanakan oleh asessor dari Universitas Padjajaran. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

