Sepekan Banjir Dua Kali, Warga Desa Kedungmaron Madiun Bikin Tanggul Darurat
Sepekan terakhir, sudah dua kali Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun diterjang banjir. Banjir tersebut akibat luapan Kali Jerohan yang melintas desa tersebut.

MADIUN – Sepekan terakhir, sudah dua kali Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun diterjang banjir. Banjir tersebut akibat luapan Kali Jerohan yang melintas desa tersebut.
"Sudah dua kali banjir selama seminggu terakhir. Namun yang semalam paling besar," ujar Suwarno perangkat desa Kedungmaron, Senin (8/2/2021)

Suwarno menuturkan, sejak sebulan lalu, warga memasang tanggul buatan dengan bambu dan sand bag atau karung pasir. Hal itu untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda desa itu. "Sudah 100 lebih karung pasir yang dipasang tapi tetap kebanjiran," ujar Suwarno.
Banjir yang terjadi pada Minggu (7/3/2021) malam merendam delapan wilayah RT di Desa Kedungmaron. Yakni RT 02/RW 01, RT 03/RW 01, RT 06/RW 02, RT 09/ RW 02, RT 10/ RW 03, RT 12/ RW 03, RT 13/ RW 03 dan RT 14/ RW 03.
Edy Suyanto salah seorang warga menuturkan, banjir mulai naik sekitar pukul 18.00 WIB atau selepas magrib dan baru berangsur surut mulai jam 24.00 - 02.00 WIB. "Air mulai naik ke jalan, jadi saya semalam tidak bisa tidur karena was-was banjir makin besar," ujar Edy.

Meskipun tidak ada kerugian materi, warga Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun berharap pemasangan tanggul di Kali Jerohan. Sebab badan sungai terus tergerus air dan berpotensi longsor serta mengancam permukiman warga di dekatnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

