Advertisement
Peristiwa Daerah

Leuit di Pangandaran, Simbol Ketahanan Pangan Berubah Jadi Properti Wisata

Leuit atau lumbung padi yang dijadikan tempat menyimpan gabah kering di Kabupaten Pangandaran semula merupakan simbol ketahanan pangan petani.

TIMES Indonesia,
Leuit di Pangandaran, Simbol Ketahanan Pangan Berubah Jadi Properti Wisata
Bangunan leuit dijadikan properti wisata di taman sagati. (Foto: Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)
A-AA+

PANGANDARAN Leuit di Pangandaran atau lumbung padi yang dijadikan tempat menyimpan gabah kering di Kabupaten Pangandaran semula merupakan simbol ketahanan pangan petani. Seiring perkembangan zaman, kini leuit beralih fungsi sebagai properti wisata yang dinilai unik dan memiliki daya tarik sebagai sarana untuk berfoto.

Pada tahun 1970, masyarakat di Pangandaran yang berpenghasilan dari bertani padi, menjadikan leuit sebagai tempat penampungan gabah kering sebelum digiling menjadi beras.

Advertisement

Biasanya leuit didirikan tidak jauh dari halaman bagian belakang atau pinggir rumah warga yang tersinari matahari.

Pada bangunan leuit, ke empat kakinya disangga menggunakan batu cadas persegi empat yang memiliki bentuk khas mengerucut.

"Bangunan leuit didirikan di tempat yang ada sinar matahari agar gabah kering yang sebelumnya sudah dijemur tidak mengalami lembap," kata salah seorang petani di Pangandaran Aki Kusdi (87), Sabtu (13/3/2021).

Batu penyangga dari keempat kaki leuit juga sebagai salah satu upaya pencegahan agar kayu yang digunakan tidak mudah keropos dan terhindar dari hama yang berpotensi merusak kayu yang dijadikan bangunan leuit.

"Kalau gabah kering disimpan di dalam leuit kekuatan padinya juga bisa bertahan lama," tambah Aki Kusdi.

Advertisement

Masyarakat yang akan menggiling padi biasanya masuk ke dalam leuit dan melakukan penakaran gabah kering ke dalam karung sesuai dengan kebutuhan.

"Keberadaan leuit sekarang hampir punah bahkan mungkin terlupakan oleh masyarakat karena untuk menyimpan gabah kering saat ini lebih memilih di dalam rumah," terangnya.

Karena bangunan yang dinilai unik berbentuk mengerucut menyerupai rumah panggung kecil dengan satu pintu di bagian atas, bangunan leuit kini bisa ditemui di lokasi objek wisata.

Salah satu objek wisata yang menjadikan leuit sebagai properti di antaranya objek wisata taman Sagati yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Leuit tersebut sering dijadikan sebagai tempat untuk berfoto pengunjung yang sedang berwisata ke Kabupaten Pangandaran sebagai dokumen pribadi dan untuk posting di media sosial.

"Bangunan leuit sebenarnya salah satu budaya Sunda yang harus dipertahankan," sambung Aki Kusdi.

Aki Kusdi berharap, meski keberadaan leuit di Pangandaran saat ini sudah beralih fungsi sebagai properti wisata, masyarakat tetap makmur dan tidak kekurangan persediaan pangan terutama padi walaupun di masa paceklik. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia