Peristiwa Daerah

Leuit di Pangandaran, Simbol Ketahanan Pangan Berubah Jadi Properti Wisata

Sabtu, 13 Maret 2021 - 21:00 | 201.49k
Bangunan leuit dijadikan properti wisata di taman sagati. (Foto: Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)
Bangunan leuit dijadikan properti wisata di taman sagati. (Foto: Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PANGANDARANLeuit di Pangandaran atau lumbung padi yang dijadikan tempat menyimpan gabah kering di Kabupaten Pangandaran semula merupakan simbol ketahanan pangan petani. Seiring perkembangan zaman, kini leuit beralih fungsi sebagai properti wisata yang dinilai unik dan memiliki daya tarik sebagai sarana untuk berfoto.

Pada tahun 1970, masyarakat di Pangandaran yang berpenghasilan dari bertani padi, menjadikan leuit sebagai tempat penampungan gabah kering sebelum digiling menjadi beras.

Advertisement

Biasanya leuit didirikan tidak jauh dari halaman bagian belakang atau pinggir rumah warga yang tersinari matahari.

Pada bangunan leuit, ke empat kakinya disangga menggunakan batu cadas persegi empat yang memiliki bentuk khas mengerucut.

"Bangunan leuit didirikan di tempat yang ada sinar matahari agar gabah kering yang sebelumnya sudah dijemur tidak mengalami lembap," kata salah seorang petani di Pangandaran Aki Kusdi (87), Sabtu (13/3/2021).

Batu penyangga dari keempat kaki leuit juga sebagai salah satu upaya pencegahan agar kayu yang digunakan tidak mudah keropos dan terhindar dari hama yang berpotensi merusak kayu yang dijadikan bangunan leuit.

"Kalau gabah kering disimpan di dalam leuit kekuatan padinya juga bisa bertahan lama," tambah Aki Kusdi.

Masyarakat yang akan menggiling padi biasanya masuk ke dalam leuit dan melakukan penakaran gabah kering ke dalam karung sesuai dengan kebutuhan.

"Keberadaan leuit sekarang hampir punah bahkan mungkin terlupakan oleh masyarakat karena untuk menyimpan gabah kering saat ini lebih memilih di dalam rumah," terangnya.

Karena bangunan yang dinilai unik berbentuk mengerucut menyerupai rumah panggung kecil dengan satu pintu di bagian atas, bangunan leuit kini bisa ditemui di lokasi objek wisata.

Salah satu objek wisata yang menjadikan leuit sebagai properti di antaranya objek wisata taman Sagati yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Leuit tersebut sering dijadikan sebagai tempat untuk berfoto pengunjung yang sedang berwisata ke Kabupaten Pangandaran sebagai dokumen pribadi dan untuk posting di media sosial.

"Bangunan leuit sebenarnya salah satu budaya Sunda yang harus dipertahankan," sambung Aki Kusdi.

Aki Kusdi berharap, meski keberadaan leuit di Pangandaran saat ini sudah beralih fungsi sebagai properti wisata, masyarakat tetap makmur dan tidak kekurangan persediaan pangan terutama padi walaupun di masa paceklik. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES