Momentum Hari Air, Diabadikan Dalam Sebuah Nama Anak
- Tanggal 22 Maret merupakan Hari Air Sedunia. Banyak aktivitas untuk mengingatkan kepada masyarakat dunia tentang pentingnya keberadaan air, salah satunya dengan mengabadikan nama Air pada putra atau putrinya.

TASIKMALAYA – Tanggal 22 Maret merupakan Hari Air Sedunia. Banyak aktivitas untuk mengingatkan kepada masyarakat dunia tentang pentingnya keberadaan air, salah satunya dengan mengabadikan nama Air pada putra atau putrinya.
Peringatan Hari Air Sedunia ini tercetus dalam Sidang Umum PBB ke-47 di kota Rio De Janeiro, Brazil pada tahun 1992. Peringatan Hari Air Sedunia ini kemudian dimulai satu tahun setelahnya, yaitu pada 22 Maret 1993.
Keterbatasan air yang ada di bumi ini tak sebanding dengan laju pertumbuhan manusia dengan kebutuhannya terhadap air bersih. Kualitas air yang ada saat ini semakin menurun akibat pencemaran lingkungan, salah satunya pencemaran daerah aliran sungai Ciwulan beberapa tahun yang lalu.
Ketersediaan air tawar yang terbatas juga kondisinya semakin parah membuat para kader konservasi memutar otak untuk terus berusaha mempertahankan kualitas air yang ada di bumi ini.
Kader Konservasi dari Komunitas Republik Aer Tasikmalaya Dadang Romasyah yang tinggal di Jalan RE Martadinata No 192 RT. 001 RW. 16 Asrama Yavaveen, Cipedes, Kota Tasikmalaya, mengabadikan momentum Hari Air Sedunia dengan memberikan nama Air kepada putri keduanya.
"Air Nakhla Adinata itulah nama yang diberikan pada putri kedua kami, ini momentum kami untuk mengingatkan akan pentingnya keberadaan air yang ada di bumi ini," ungkapnya kepada Times Indonesia, Minggu (20/3/21).
Dadang mengisahkan inspirasi memberikan nama Air kepada putrinya saat seorang dokter memberikan prediksi kelahiran putrinya pada tanggal 22 Maret 2020. Namun prediksi itu meleset karena dokter menyarankan untuk operasi caesar pada kandungan istrinya.
Akhirnya pada tanggal 8 Februari 2020, putri mereka lahir, dimana saat itu merupakan waktu yang sangat sibuk sekali bagi relawan konservasi Republik Aer Tasikmalaya untuk mempersiapkan kampanye rutin tahunan yang disebut Tasik Baseuh Enjoy.
"Semoga kisah nama ini membawa keberkahan untuk keluarga, kami ingin alam ini tetap lestari dan terjaga sebagai titipan untuk anak cucu kita kelak nanti," kisahnya.
Ia menambahkan momentum hari lingkungan menjadi pengingat bagi keluarganya karena anak pertamanya lahir bertepatan dengan Hari Bumi tanggal 22 April, anak kedua Hari Air dan dirinya lahir pada tanggal 21 Februari bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

