Para Petani Cabai di Cirebon Beralih Menanam Palawija
Para petani cabai di Kabupaten Cirebon beralih menanam palawija. Pasalnya, di musim penghujan ini tanaman cabai cepat membusuk

CIREBON – Para petani cabai di Kabupaten Cirebon beralih menanam palawija. Pasalnya, di musim penghujan ini tanaman cabai cepat membusuk, hal ini dipicu karena lahan yang terlalu basah.
Lahan seluas tujuh hektare lebih yang biasa ditanami cabai yang berada di Desa Baylangu, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon berubah menjadi lahan tanaman palawija.

Salah satu petani cabai, Arsita mengatakan saat ini para petani cabai beralih menanam palawija karena cuaca yang kerap kali hujan membuat tanaman cabai membusuk.
"Iya sekarang kita nanem palawija seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, timun dan juga jagung," kata Arsita kepada TIMES Indonesia, Senin (22/3/2021).
Tidak adanya pasokan cabai dari para petani membuat harga cabai di pasaran melambung tinggi.
"Mau gimana lagi, kalau kita paksakan nanem juga tapi hasilnya jelek. Jadi kita alihkan saja untuk menanam palawija, apalagi mendekati bulan ramadhan jadi dipersiapkan," terangnya.
Arsita hanya bisa berharap musim penghujan ini bisa segera berakhir. Agar dirinya dan para petani cabai lainnya bisa kembali menanam cabai.
"Mungkin kalau cuaca sudah kembali normal, ya kita balik lagi nanem cabai. Karena kebutuhan cabai juga kan banyak, apalagi sekarang karena sulit jadi harga naik," pungkas petani cabai di Cirebon ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

