Advertisement
Peristiwa Daerah

Cendekiawan Desa Jaddih Wujudkan Generasi Qur'ani Lewat Musabaqah Hifdzil Qur'an

Forum Cendikiawan Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, menggelar musabaqah Hifdzil Qur'an.

TIMES Indonesia,
Cendekiawan Desa Jaddih Wujudkan Generasi Qur'ani Lewat Musabaqah Hifdzil Qur'an
Ahmad Musa Ibrahim Muwafik, putra dari pendiri Pondok Pesantren Jabal Qur'an Desa Parseh, Muwafik Maulana, Lc menjadi salah satu peserta lomba Hafalan Juz Amma. (FOTO: Faisol for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANGKALAN Forum Cendikiawan Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, menggelar musabaqah Hifdzil Qur'an. Lomba hafalan juz amma usia dini selama dua hari itu menjadi upaya untuk mewujudkan Generasi Qur'ani.

Forum Cendikiawan Desa Jaddih, Kecamatan Socah merupakan kumpulan dari unsur akademisi, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. Dalam gelar lomba Hafal Juz Amma ini, mereka menggandeng para relawan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Kabupaten Bangkalan dan Komunitas Muslim (Komus) Kabupaten Bangkalan.

Advertisement

“Anak-anak ini adalah mutiara Desa Jaddih yang belum dipoles. Kami tergugah untuk memoles mereka dengan Al-Quran. Karena amalan yang paling cerdas itu adalah melalui Al-Quran, sebagai alat menuju Surga Allah,” ungkap Ketua Panitia Lomba Hafalan Juz Amma, Ustaz Mohammad Roisuddin, Lc, Dipl, Minggu (25/4/2021).

Lomba yang diselenggarakan di Pondok Yatim dan Masakin Baiturrahman, Desa Jaddih ini diikuti 89 peserta. Mereka dibagi dalam tiga kelompok usia. Kategori A kelompok usia 7-9 tahun, Kategori B kelompok usia 10-12 tahun, dan Kategori C kelompok usia 13-15 tahun.

Setiap peserta diwajibkan menghafal dua surah wajib dan lima surah pilihan. Untuk Kategori A wajib menghafal Surah Al-Kaafiruun (190) 6 ayat, dan Al-Lahab (111) 5 ayat. Peserta Kategori B wajib menghafal Surah At-Takatsur (120), 8 ayat dan Ad-Dhuha (93), 11 ayat, dan Kategori C wajib menghafal Surah Al-A’la (87), 19 ayat dan Al- Bayyinah (98), 8 ayat.

"Para peserta tidak hanya berasal dari Desa Jaddih, namun beberapa di antaranya berasal dari desa sebelah, Desa Parseh. Bahkan juga berasal darI Kota Bangkalan," imbuhnya.

Antusiasme para peserta, kata Ustaz Rois, menunjukkan begitu besar cinta anak-anak dan masyarakat Jaddih termasuk Desa Parseh kepada Al-Quran. Event ini adalah pertama dan menjadi motivasi untuk menggelar kembali di tahun-tahun berikutnya.

Advertisement

"Selain menjadi rintisan untuk mencetak Generasi Qur’ani Desa Jaddih, lomba Hafalan Juz Amma  juga sebagai upaya untuk merubah ‘wajah’ atas stigma Desa Jaddih selama ini," terang Alumnus Juruusan Hadits Universitas Al Azhar Mesir itu.

Ketua Forum Cendikiawan Desa Jaddih, Dr Imam Syafii, Mkes menambahkan, pihaknya tidak akan berhenti sebatas berkontribusi melalui sentuhan gelaran lomba Hafalan Juz Amma. Namun akan dilanjutkan dengan membentuk rumah-rumah bagi panghafal Al-Quran.

“Kami ingin terus mencetak para hafidz dan generasi yang mencintai Al-Quran. Dengan harapan, para generasi kami akhirnya mampu mengikis stigma-stigma terhadap kondisi Desa Jaddih di masa mendatang. Insya Allah, kami akan jadikan lomba musabaqah Hifdzil Qur'an ini agenda tahunan,” singkat Dosen Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Surabaya itu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Doni Heriyanto
PenulisDoni Heriyanto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia