Peristiwa Daerah

Masjid Jami Kauman Kota Lama, Saksi Sejarah Berdirinya Ponorogo

Jumat, 30 April 2021 - 15:49 | 289.73k
Masjid Jami Kauman Kota Lama masih kokoh berdiri meski usianya sudah ratusan tahun. (FOTO:Marhaban/TIMES Indonesia)
Masjid Jami Kauman Kota Lama masih kokoh berdiri meski usianya sudah ratusan tahun. (FOTO:Marhaban/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Berkunjung ke Kabupaten Ponorogo tidak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Masjid Jami Kauman Kota Lama, salah satu saksi sejarah berdirinya Ponorogo.

Setiap bulan Ramadan seperti sekarang, masjid ini selalu dibanjiri masyarakat untuk melaksanakan shalat tarawih dan mengikuti pengajian menjelang buka puasa.

Advertisement

Masjid Jami Kauman Kota Lama ini merupakan salah satu masjid tertua di Tanah Air. Dari data yang ada masjid ini dibangun oleh Adipati Sepuh keturunan Batara Katong (Adipati Ponorogo I), ini dibuktikan dengan dengan prasasti yang menerangkan bahwa masjid tersebut dibangun pada tahun 1560 M.

Masjid-Jami-Kauman-2.jpg

Menurut Yusroni, salah satu takmir menerangkan bahwa masjid ini dulunya merupakan bagian dari pemerintahan Adipati Sepuh.

Sebelumnya masjid berada di komplek makam Batoro Katong. Saat pemerintahan dipimpin Adipati Sepuh, pusat pemerintahan dipindahkan sekitar 500 meter ke arah barat. "Namun masjid tidak ikut dipindah, dan Adipati Sepuh membangun masjid lagi, ya masjid ini," kata Yusroni.

16 tiang kayu jati didalam masjid masih kokoh berdiri,  permukaan nya yang kasar menegaskan pembuatannya ditatah secara manual. Penyangga cungkup masjid yang terbentuk segi empat gaya Jawa Tengahan dan usianya sudah ratusan tahun. "Sampai kini tiangnya belum pernah diganti," ulas Yusroni.

Masjid Kauman Kota Lama ini didirikan diatas tanah seluas 650-an meter itu dulunya berada di barat alun-alun. Konsep dari pemerintahan Martaram tempo dulu yang terus digunakan di setiap daerah.

Masjid-Jami-Kauman-3.jpg

"Dulu alun-alunnya berada di timur gapura masjid hingga komplek makam Batoro Katong," terang Yusroni.

Masjid Jami Kauman Kota Lama ini pernah dipugar pada 1965 tanpa mengubah bagian inti dari konstruksi. Dan namanya pun sempt berganti menjadi Masjid Al-Islam.

"Nama tersebut diprotes warga, akhirnya namanya dikembalikan seperti semula. Sebab masjid tersebut  merupakan bagian dari pemerintahan tempo dulu sebelum pusat pemerintahan Ponorogo bergeser ke kota tengah.

"Konstruksi bangunan masih kami jaga keasliannya, meski sudah beberapa kali dilakukan renovasi," jelas Yusroni salah satu takmir Masjid Jami Kauman Kota Lama di Kabupaten Ponorogo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES