Peristiwa Daerah

Proyek Pembangunan Pemecah Gelombang di Pantai Barat Pangandaran Ditunda

Minggu, 09 Mei 2021 - 22:01 | 91.84k
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menghadiri sosialisasi pembangunan pemecah gelombang pantai barat Pangandaran (Foto : Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menghadiri sosialisasi pembangunan pemecah gelombang pantai barat Pangandaran (Foto : Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PANGANDARAN – Pembangunan pemecah gelombang atau breakwater untuk pantai barat Pangandaran ditunda sementara.

Penundaan proyek tersebut lantaran adanya penyekatan wilayah dalam rangka larangan mudik lebaran 2021.

Advertisement

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran Asep Noordin mengatakan, pembangunan pemecah gelombang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

"Kegiatan tersebut merupakan proyek lanjutan untuk pengaman di pantai barat Pangandaran," kata Asep Noordin Minggu (9/5/2021).

Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin IndrawanSosialisasi pembangunan pemecah gelombang pantai barat Pangandaran dihadiri Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin dan Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan (Foto : Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)

Selain sebagai untuk keamanan dengan cara memecah gelombang, program tersebut akan berdampak baik pada kunjungan wisata.

"Jika sudah dipasang pemecah gelombang akan menambah areal tempat berenang wisatawan," tambah Asep.

Asep juga menjelaskan dampak positif lainnya juga jika sudah terpasang pemecah gelombang, lokasi tersebut berpotensi dijadikan areal surfing.

"Informasi yang kami dapat bahwa pembangunan tersebut ditunda sementara dan akan dimulai lagi setelah lebaran," jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan mengatakan, program yang digagas Gubernur Jawa Barat tersebut merupakan pembangunan yang komprehensif dan menyeluruh.

"Pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Jabar di Pangandaran diharapkan bisa menyeluruh  tidak septong-sepotong," kata Ujang.

Ujang menilai program tersebut merupakan program yang sangat luar biasa karena akan berpengaruh pada kepesatan wisata di Pangandaran.

"Gubernur Jabar telah banyak mengalokasikan anggaran ke Kabupaten Pangandaran, mulai dengan pembangunan penataan kawasan pantai Pangandaran pada tahun 2019 hingga 2020," tambahnya.

Selain itu juga agar pembangunan terintegritas, pemerintah telah malaksanakan pembangunan jalan dan jembatan jalur pantai yang menghubungkan pantai Pangandaran dengan pantai Karangtirta hingga menembus ke jalur pantai Madasari di Cimerak.

Kepala UPTD PSDA Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki Aseng Supriatna mengatakan, perlengkapan pembangunan sudah disiapkan oleh kontraktor pelaksana.

"Karena bertepatan dengan akan diperingatinya hari raya Idul Fitri 1442 H, maka pembangunan pemecah gelombang akan dimulai setelah lepas larangan mudik," kata Aseng.

Volume bangunan pemecah gelombang yang akan dibangun pada anggaran tahun 2021 ini sisa dari kegiatan seluruhnya yaitu 252 meter yang mulai dibangun tahun 2019.

"Pada tahun 2019 lalu kita sudah bangun pemecah gelombang sepanjang 120 meter dan sisanya tahun 2021 ini sepanjang 132 meter dengan lebar 26 meter, tinggi 3,5 meter dengan anggaran kurang Rp14 Miliar dengan lama kontrak 6 bulan atau 180 hari," tambahnya.

Lama waktu kontrak 180 hari diambil dari pengalaman pembangunan pemecah gelombang tahun 2019 lalu. "Pembangunan pemecah gelombang di wilayah perairan terkadang mengalami hambatan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES