Pesta Ulang Tahun Bukan Kebiasaan Gubernur Khofifah
Polemik dugaan pesta ulang tahun yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memancing reaksi kalangan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya Abdul Aziz, MH. Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyuwangi.

BANYUWANGI – Polemik dugaan pesta ulang tahun yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memancing reaksi kalangan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya Abdul Aziz, MH. Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyuwangi.
Menurutnya, pesta ulang tahun bukan merupakan kebiasaan Khofifah.
“Kami paham dan sangat mengenal beliau,” ucapnya, Selasa (25/5/2021).
Untuk itu, pria yang juga anggota Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Jawa Timur, meminta seluruh pihak agar menahan diri. Serta tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Kami pun yakin, masih Aziz, kegiatan ulang tahun tersebut bukanlah inisiatif dan keinginan Gubernur Jatim.
“Sekali lagi kami mohon kepada semua pihak agar tidak mencari panggung dengan memanfaatkan viralnya video yang belum tentu kebenarannya. Klarifikasi yang disampaikan oleh ibu Gubernur, kaitan acara tersebut kami rasa sudah cukup dan sangat jelas,” ungkapnya.
Aziz meminta kepada seluruh elemen masyarakat Jawa Timur, untuk bergandengan tangan dan bersinergi dengan pemerintah demi percepatan pemulihan ekonomi masa pandemi. Bersama-sama menjaga kondusifitas daerah.
“Kami sangat mengenal Ibu Khofifah, beliau adalah Ketua Mabinda PMII Jatim, beliau tidak punya kebiasaan merayakan pesta ulang tahun,” tegas Aziz terkait polemik ulang tahun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


