Advertisement
Peristiwa Daerah

Mediasi Buntu, Proyek Penanaman Pipa SPAM BGS Gresik Dihentikan Warga

Penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) terancam molor. Hal ini karena proyek hasil kerjasama investasi Perumda Giri Tirta dengan pihak ketiga ini dihentikan sementara oleh warga Desa Sembayat Kecamatan Manyar Kabupa

TIMES Indonesia,
Mediasi Buntu, Proyek Penanaman Pipa SPAM BGS Gresik Dihentikan Warga
Proses mediasi antara masyarakat dan pelaksana proyek penanaman pipa di Balai Desa Sembayat (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).
A-AA+

GRESIK Penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) terancam molor. Hal ini karena proyek hasil kerjasama investasi Perumda Giri Tirta dengan pihak ketiga ini dihentikan sementara oleh warga Desa Sembayat Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Meski bertemu selama dua jam, belum ada kesepakatan dari pihak pelaksana proyek yakni PT Gemilang Karunia Tama. Mediasi dipimpin kepala desa dan BPD setempat ini sempat memanas.

Advertisement

"Warga bersepakat dan minta pelaksana proyek berhenti sementara, dengan warga harus beres dulu," kata Ali Muhtar salah satu perwakilan masyarakat yang ikut mediasi di balai desa pada Senin (31/5/2021).

Diucapkan Ali, ada enam tuntutan masyarakat antara lain adanya uang tali asih sebesar Rp 3 juta untuk setiap rumah yang dilintasi jalur pipa, ganti rugi sumur warga sebesar Rp 1 juta, adanya CSR dari pihak pelaksana proyek berupa bak sampah dan penunjang fasilitas umum di RT8 dan RT12.

"Lalu adanya perjanjian secara tertulis di atas materai, ganti rugi apabila ada kerusakan bangunan dengan memberikan jaminan selama 1 tahun, dan bekas galian pipa harus dikembalikan seperti semula minimal diuruk dengan limestone," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sembayat Achmad Amin menyatakan dirinya bersama BPD hanya menjebatani keluhan warga dengan mempertemukan dengan pelaksana proyek penanaman pipa.

"Melalui forum ini, kami hanya menjembatani saja. Segala aspirasi masyarakat sudah disampaikan ke perwakilan pelaksana proyek. Intinya warga khawatir jika suatu saat ada hal yang tak diinginkan karena proyek itu," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Perwakilan PT Gemilang Karunia Tama, Sunarno alias Nano menambahkan pihaknya bakal mengkomunikasikan apa yang sudah menjadi harapan warga Desa Sembayat. 

Dalam forum ini, diterangkan Nano dirinya meminta waktu dua hari untuk memberikan jawaban. Diakuinya, pekerjaan penanaman pipa ini harus dikebut sebab bulan Agustus sudah harus tersambung semuanya.

"Jadi mohon waktu akan kami komunikasikan sama pimpinan. Paling lambat dua hari," tutupnya menanggapi proyek penanaman pipa SPAM BGS yang dihentikan warga Kabupaten Gresik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia