Peristiwa Daerah

Unik, Masjid di Pacitan Menyerupai Masjid Nabawi Madinah

Senin, 07 Juni 2021 - 21:21 | 241.34k
Masjid Alit di Pacitan menyerupai masjid Nabawi (Foto: Yusuf For TIMES Indonesia)
Masjid Alit di Pacitan menyerupai masjid Nabawi (Foto: Yusuf For TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PACITAN – Bangunan masjid di Kabupaten Pacitan memiliki bentuk yang unik dan menyerupai Masjid Nabawi Madinah. Namanya yakni Masjid Alit, bertempat di Dusun Bandulan, Desa Ploso, Kecamatan Punung atau berada di wilayah barat Kabupaten Pacitan perbatasan dua Kecamatan, Punung dan Donorojo.

Begitu memasuki halaman Masjid Alit, anda akan menikmati suasana seperti lagi didalam Masjid Nabawi, mulai dari struktur bangunan dan pernak-perniknya sekilas sangat mirip.

Advertisement

Uniknya, halaman masjid pun ditutupi payung berdiri kokoh menyangga langit seperti di Masjid Nabawi. Sehingga, saat orang shalat di halaman tak terkena terik matahari ditambah dengan adanya pohon kurma.

Masjid Alit 2

Ditambah dengan pintu utama banyak interior, kaligrafi dan ukirannya yang berwarna keemasan, tampak megah dan elegan. Saat masuk dalam masjid pun banyak lampu yang dikelilingi keindahan serba moncer.

Masjid Alit, dibangun sejak tahun 2017-2018, bermula saat pemilik Agus Sarmanto pergi melaksanakan ibadah haji ke Mekkah dan Madinah, dari situlah idenya muncul.

"Waktu itu saya tunaikan Haji, saat melihat Masjid Nabawi sangat takjub pada keindahan bangunannya, setelah pulang ada niat membuat masjid, lha ini sekarang alhamdulillah terwujud," katanya, Senin (7/6/2021).

Untuk lantai dan halaman masjid, terbuat dari bahan batu marmer, granit kelas satu sehingga para wisatawan terasa sejuk saat menyentuhnya.

Masih Agus menceritakan asal muasal kenapa dinamakan Masjid Alit,

Masjid Alit 3

Menurutnya selain strukturnya lebih kecil dari pada masjid Nabawi juga meiliki kemiripan dan keindahan memberikan warna kesejukan.

"Bangunan Masjid ini saya namakan Masjid Alit karena mirip dengan Masjid Nabawi Madinah kami sengaja bikin payung yang bisa buka tutup otomatis layaknya Masjid Nabawi, hanya ukurannya yang kecil," jelasnya.

Tak jarang, banyak orang yang berdatangan ke masjid tersebut untuk menikmati kemegahan dan keindahan, bahkan ada yang rela menginap.

"Banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah, Yogyakarta, Boyolali, Wonogiri bahkan mereka menginap di Masjid Alit ini," terangnya.

Agus Sarmanto berharap masyarakat yang datang ke sini tidak hanya berwisata, melainkan untuk beribadah dan memiliki niat pergi haji dan umroh ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES