Advertisement
Peristiwa Daerah

Pasien Covid-19 Membludak, IGD RS Widodo Ngawi yang Sempat Ditutup Kini Buka Kembali

Pasien Covid-19 di Ngawi mengalami peningkatan beberapa minggu terakhir ini. Hingga hari ini, Jumat (25/6/21) pukul 11:00 WIB berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi kasus positif Covid-19 sebanyak 99 orang. Dikarenakan bertambahnya jumlah kas

TIMES Indonesia,
Pasien Covid-19 Membludak, IGD RS Widodo Ngawi yang Sempat Ditutup Kini Buka Kembali
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau faskes di RSUD Ngawi. (Foto: M.Miftakul/TIMES Indonesia)
A-AA+

NGAWI Pasien Covid-19 di Ngawi mengalami peningkatan beberapa minggu terakhir ini. Hingga hari ini, Jumat (25/6/21) pukul 11:00 WIB berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi kasus positif Covid-19 sebanyak 99 orang.

Dikarenakan bertambahnya jumlah kasus aktif Covid-19, ruang IGD di RS Widodo Ngawi sempat ditutup sementara untuk menampung pasien konfirmasi positif Covid-19 kemarin. Hal itu seperti yang dikatakan dokter jaga ruang IGD RS Widodo dr Umi Nur Azizah. 

Advertisement

"Ruang IGD sempat ditutup karena pasien membludak, kamar kita yang 18 bed itu penuh semua, dan kita untuk merujuk juga tidak dapat rujukan karena RS lainnya juga penuh. Kita juga tidak bisa memulangkan pasien karena pasien juga perlu pemantauan dari tenaga medis," kata Izah kepada TIMES Indonesia, Jumat (25/6/21).

Ruang IGD RS Widodo Ngawi b
Update covid-19 di Kabupaten Ngawi. (Foto: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi)

Disebutkan Izah, ruang IGD di RS Widodo Ngawi saat ini sudah bisa digunakan kembali. Namun demikian hingga hari ini kondisi ruang untuk penangan pasien konfirmasi Covid-19 di RS Widodo Ngawi sebanyak 18 ruang masih penuh.

Terpisah, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat meninjau kesiapan fasilitas kesehatan di RSUD dr Soeroto Ngawi mengatakan Pemkab Ngawi tengah mempersiapkan Agro Techno Park (ATP) Ngrambe sebagai lokasi perawatan pasien konfirmasi positif Covid-19.

"Kita menyiapkan ATP di Ngrambe, yang sebelumnya digunakan untuk tempat isolasi pasien tanpa gejala, kita siapkan untuk perawatan konfirmasi aktif baik yang tanpa gejala maupun yang bergejala, kita siapkan kisaran 60 tempat tidur," ungkap Wabup Ngawi kepada awak media. 

Advertisement

Lebih lanjut, disebutkan Wabup Ngawi, mengenai meningkatnya jumlah konfirmasi aktif Covid-19 di Ngawi, Pemkab Ngawi turut mempersiapkan upaya preventif. Diantaranya yang disebutkan dengan mengaktifkan fungsi surveilance di tingkatan Desa atau Kelurahan.

Ruang IGD RS Widodo Ngawi c
 Ruang IGD RS Widodo Ngawi sempat ditutup, kini sudah bisa digunakan kembali. (Foto: M.Miftakul/TIMES Indonesia)

"Mengaktifkan surveilance di tingkat desa atau kelurahan, hal itu untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat kaitanya dengan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang tengah dimasifkan Pemkab yaitu 3T (tracing, testing, dan treatment)," kata Wabup Ngawi.

Wabup Ngawi juga menyebut berkenaan dengan pentingnya memberikan edukasi terkait protokol kesehatan bagi warga oleh surveilance di tingkat Desa atau Kelurahan.

Sementara itu, masih berdasarkan info Covid-19 di Kabupaten Ngawi per 25 Juni 2021, jumlah kematian pasien Covid-19 mencapai 302 korban, atau naik 9 angka sejak 3 hari terakhir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia