Advertisement
Peristiwa Daerah

Dampak Larangan Beroperasi Mobil Odong-Odong di Ciamis

Dampak larangan beroperasi pada mobil odong-odong di Ciamis, tidak hanya berpengaruh pada penghasilan pengemudinya. Namun, para pengemudinya juga mendapat banyak hujatan di media sosial (medsos).

TIMES Indonesia,
Dampak Larangan Beroperasi Mobil Odong-Odong di Ciamis
Aris Maulana bersama mobil odong-odong yang dikemudikannya (FOTO: Dok. Aris Maulana)
A-AA+

CIAMIS Dampak larangan beroperasi pada mobil odong-odong di Ciamis, tidak hanya berpengaruh pada penghasilan pengemudinya. Namun, para pengemudinya juga mendapat banyak hujatan di media sosial (medsos).

"Setelah dua kali kecelakaan mobil odong-odong di Ciamis, banyak yang bilang mobil odong-odong itu jelek di medsos. Padahal, tidak semua mobil odong-odong begitu," terang Aris Maulana (32), salah satu pengemudi mobil odong-odong, Senin (28/6/2021).

Advertisement

Aris-Maulana-bersama-mobil-odong-odong-yang-dikemudikannya-2.jpg
Mobil odong-odong milik Aris Maulana saat berkendara membawa penumpang ke objek wisata di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (FOTO: Dok. Aris Maulana)

Aris juga menyatakan, justru mobil odong-odong miliknya sering ada perawatan setiap bulan. Bahkan, mobil modifikasi odong-odongnya juga dari mobil Mitsubishi SS yang bukan rongsok dan kualitasnya bagus.

Adanya kecelakaan tersebut juga membuat penumpangnya sekarang menjadi takut naik mobil odong-odong lagi. Bahkan, ada petugas juga yang melarang mobil odong-odong untuk jalan.

"Sekarang, penumpangnya tidak ada. Padahal dulu saya biasanya bisa mengantarkan penumpang per hari hingga ke satu atau dua tempat wisata di Ciamis," ucap Aris, warga Dusun Rungki, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Jawa Barat.

Aris-Maulana-bersama-mobil-odong-odong-yang-dikemudikannya-3.jpg
Ilustrasi - mobil odong-odong (FOTO: acuysticker)

Aris yang sudah berpengalaman dua tahun menjadi pengemudi mobil odong-odong tersebut lalu kebingungan. Sebab, Ia tidak memiliki pekerjaan yang lain lagi.

"Saya sudah menghabiskan Rp60 juta untuk modifikasi mobil odong-odong ini. Namun, sekarang saya bingung harus usaha apa lagi," jelasnya.

Selama Aris menjadi sopir mobil odong-odong, Ia tidak pernah mengalami kecelakaan atau halangan apapun. "Bahkan, kalau penumpangnya sudah 15 orang, saya tidak mau ambil lagi karena tidak mau nantinya jadi berisiko," imbuh Aris yang juga merupakan anggota Komunitas Tayo Perintis Ciamis (Katawis). (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

N
PenulisNatasya Putri Suparman (MG-327) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia