Advertisement
Peristiwa Daerah

Vaksinasi di Ngawi Terus Digencarkan, Pedagang Pasar Tradisional dapat Suntikan Vaksin

Vaksinasi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terus digencarkan. Salah satunya menyasar pedagang di pasar tradisional Pasar Bandung, Desa Banyubiru, Widodaren, Ngawi, pada Senin (5/7/21) pagi.

TIMES Indonesia,
Vaksinasi di Ngawi Terus Digencarkan, Pedagang Pasar Tradisional dapat Suntikan Vaksin
70 dosis diberikan kepada pedagang pasar Banyubiru. (Foto: M.Miftakul/TIMES Indonesia)
A-AA+

NGAWI Vaksinasi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terus digencarkan. Salah satunya menyasar pedagang di pasar tradisional Pasar Bandung, Desa Banyubiru, Widodaren, Ngawi, pada Senin (5/7/21) pagi.

Sejumlah 70 dosis vaksin disiapkan Puskesmas Walikukun untuk diberikan kepada para pedagang pasar. Seperti keterangan dari Ririn, petugas vaksin dari Puskesmas Walikukun.

Advertisement

"Target sasaran kita untuk pedagang pasar Banyubiru, kita menyiapkan 70 dosis untuk hari ini," kata Ririn kepada TIMES Indonesia, Senin (5/7/21).

Ririn mengatakan, vaksinasi yang diberikan kepada pedagang pasar termasuk yang diutamakan, mengingat pedagang pasar termasuk yang memiliki resiko terpapar. "Seperti pedagang, yang banyak kontak dengan masyarakat, kita beri perlindungan terlebih dahulu," paparnya.

Kepala Desa Banyubiru
Kepala Desa Banyubiru, Dra. Kundari saat memberikan keterangan. (Foto: M.Miftakul/TIMES Indonesia)

Sementara itu, Kepala Desa Banyubiru, Dra. Kundari yang ditemui di lokasi vaksinasi mengatakan pihaknya menyambut baik vaksinasi yang dilakukan di pasar Desa Banyubiru. Dia berharap melalui vaksinasi itu bisa memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pengunjung pasar di Desanya.

Kundari mengatakan, Pemdes Banyubiru terus melakukan sosialisasi di setiap kesempatan kepada masyarakat agar bersedia mengikuti vaksin. "Kita ingatkan, melalui vaksin semoga bisa terhindar dari Covid-19," kata Kundari.

Advertisement

Vaksinasi di Ngawi a
Pedagang pasar saat mengikuti vaksin. (Foto: M.Miftakul/TIMES Indonesia)

Lebih lanjut, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang terus digencarkan, diharapkan bisa menangkal kabar bohong terkait vaksin yang acap kali beredar di media sosial. "Jangan mengikuti kabar di medsos yang hoaks-hoaks itu," tegas Kundari.

Terpisah, Sudarmi salah satu pedagang pasar yang ditemui usai mengikuti vaksinasi mengaku merasa lebih aman setelah disuntik vaksin Covid-19. "Semoga aman terhindar dari Covid-19," ujarnya singkat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia