Advertisement
Peristiwa Daerah

LTMNU Jombang Keluarkan Tata Cara Penyembelihan Kurban di Masa Pandemi

Momen hewan kurban pada Idul Adhan 2021 ini akan berbeda pada tahun sebelumnya. Pasalnya pada tahun ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 ditambah masa PPKM Darurat.

TIMES Indonesia,
LTMNU Jombang Keluarkan Tata Cara Penyembelihan Kurban di Masa Pandemi
Ilustrasi - tata cara penyembelihan hewan kurban (Foto: dok TIMES Indonesia)
A-AA+

JOMBANG Momen hewan kurban pada Idul Adhan 2021 ini akan berbeda pada tahun sebelumnya. Pasalnya pada tahun ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 ditambah masa PPKM Darurat. Untuk itu, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama atau LTMNU Jombang memberikan tips tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar dalam masa pandemi Covid-19

“Karena masih dalam pandemi Covid 19, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para takmir. Agar nantinya tetap menjaga kesehatan dengan penerapan protokol,” kata ketua PC LTMNU Moh Makmun, Kamis (15/7/2021).

Advertisement

Beberapa tata cara yang harus dilakukan diantaranya membaca basmalah, membaca Shalawat pada Nabi Muhammad SAW. Ia melanjutkan ketika ingin memotong kurban, menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih), kemudian membaca takbir sebanyak tiga kali bersama-sama.

Berikutnya adalah berdoa agar kurbannya diterima Allah. Adapun Doa yang dibaca Rasulullah SAW, ketika berkurban adalah :

بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Ia melanjutkan, jika yang menyembelih adalah yang berkurban, membaca doa berikut,

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا

Advertisement

Sedangkan jika yang menyembelih hewan kurban bukan orang yang berkurban, maka orang yang menyembelih membaca doa berikut ini:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَن

(Nama orang…… yang berkurban).

Makmun juga menjelaskan, saat memotong hewan kurban, hendaknya memakai pisau tajam. “Proses menyembelih hewan kurban menggunakan pisau tajam,” ujarnya.

Selain tata cara, Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini juga membeberkan adab dalam menyembelih kurban. Dalam hal ini diutamakan yang menyembelih adalah orang yang berkurban.

“Namun jika orang tersebut tidak bisa dan atau tidak mampu, boleh mewakilkan kepada orang lain dan ia ikut menyaksikan penyembelihan tersebut,” jelasnya.

Ia melanjutkan ketika ingin memotong kurban, Makmun menuturkan sebisa mungkin menggunakan pisau paling tajam. Serta tidak mengasah pisau di depan atau sekitar hewan yang akan disembelih.

“Sebab dengan mengasah pisau didepan hewan yang akan disembelih akan membuat hewan yang akan disembelih ketakutan,” tandasnya.

Kemudian saat hendak menyembelih diharuskan menghadap kiblat lalu membaringkan hewan di atas lambung sebelah kiri, dengan memposisikan kepala di selatan, kaki di barat, dan leher menghadap kiblat.

“Meletakkan kaki penyembelih di leher hewan yang disembelih. Disembelih dengan cepat agar cepat mati. Pastikan bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher telah terpotong," ungkapnya.

Ketua PC LTMNU Jombang ini menambahkan, sebagian ulama menganjurkan agar membiarkan kaki kanan bergerak, sehingga cepat mati. Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia