Bupati Malang Sebut 300an Warga Isoman dan Pelayanan Medis Susah

TIMESINDONESIA, MALANG – Kondisi terkini Virus Covid-19 di Kabupaten Malang, Jawa Timur bisa disebut mengawatirkan. Setelah Bupati Malang Abah Sanusi menyebutkan saat ini sekitar 300an warga menjalani Isoman atau Isolasi Mandiri.
Mereka menjalani Isoman di seluruh safe house masing-masing kecamatan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Malang Abah Sanusi ketika meninjau Safe House di Desa Jatirejoyoso, Kepanjen, Rabu (21/7/2021).
Advertisement
"Untuk Isoman terus didata dan terus berkembang, mungkin ada 300an," ujar Bupati Malang Abah Sanusi kepada TIMES Indonesia. Lebih lanjut dia mengatakan, seluruh kecamatan sudah memiliki safe house atau ruang isolasi.
Masing-masing ruang isolasi dia menyebutkan memiliki kapasitas antara 30 hingga 50 tempat tidur. Sedangkan di Safe House Kepanjen ini terdapat 50 tempat tidur yang bisa digunakan.
"Kondisinya tergantung masing-masing wilayah maupun kecamatan yang ada," ucap Abah Sanusi. Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, kondisi di rumah sakit juga mengkhawatirkan.
Karena tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 terus bertambah, khususnya selama masih diberlakukannya PPKM Darurat saat ini.
"Di rumah sakit saat ini sudah penuh semuanya, tenaganya terbatas. Ditambah lagi dokternya terpapar, nakesnya juga terpapar," kata mantan Politisi PKB tersebut.
Selain itu kata Bupati Malang Abah Sanusi, fasilitas laboratorium juga terbatas. Karena tenaga medis di laboratorium juga banyak terpapar Covid-19.
"Sehingga, pelayanan susah jadinya. Di RSUD ada delapan dokter spesialis kena saat ini sedang Isolasi Mandiri. Termasuk petugas labnya itu delapan orang kena. Kalau lab di RSUD sudah tidak bisa melayani. Dan RS UMM kondisinya juga sama," bebernya gamblang.
Kendati demikian, Bupati Malang Abah Sanusi tetap berupaya semaksimal mungkin dalam menanggulangi Virus Covid-19 di Kabupaten Malang, termasuk mempedulikan Pasien Isoman. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Sholihin Nur |