Jericho, Anak Yatim Korban Covid-19 Mojokerto Terima Bantuan GUSDURian Peduli

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Tatiek Setianingsih, ibunda Jericho Ardan Widya asal Kota Mojokerto mengungkapkan kesan dan pesan yang mendalam mengenai bantuan program kawalmasadepan.com hasil kolaborasi dengan GUSDURian Peduli.
"44 tahun selama hidup itu baru dapat bantuan dari covid yang 300 ribu itu loh yang setiap bulan itu aja, kalau dapat bantuan dari apa-apa itu belum pernah. Cuman baru ini aja," paparnya kepada TIMES Indonesia, Kamis (9/9/2021).
Advertisement
Semenjak mendiang suaminya, Art Ardatha Widya yang meninggal positif covid-19 Juli lalu, kini Tatiek Setianingsih berjuang seorang diri menghidupi 2 anaknya. Ia berkisah tentang suaminya yang setiap hari bekerja di Tulungagung, Jawa Timur. Pulang seminggu satu kali.
Mendiang suaminya mengeluhkan tidak enak badan Kamis (15/7/2021) lalu. "Sabtunya saya larikan ke IGD dan saturasi oksigennya rendah. Waktu itu 83 saturasi oksigennya," jelas Tatiek.
Wanita yang bertempat tinggal di ling. Sekarputih, RT 04 RW 02, kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini, sehari-hari bekerja sebagai tukang laundry rumahan. Ia berharap keluarganya mendapat perhatian dari pemerintah terkait pemerataan pendataan mengenai korban covid-19.
"Kalau buat kami kayak ke sininya (keluarga korban covid-19) itu bisa merata. Apalagi juga untuk keluarga kurang mampu juga lebih diperhatikan. Sementara ini bantuan masih dari BAZNAS (Kota Mojokerto) yang memberi bantuan kepada kami," harapnya.
Biaya pendidikan putranya memang digratiskan oleh Pemkot Mojokerto. Kini Tatiek Setianingsih berjuang menghidupi kedua anaknya yang satu berusia 4 tahun dan satu lagi berusia 13 tahun ini. "Untuk sekolahnya gratis kan, hanya bayar yang atribut-atributnya saja," ungkap Tatiek.
Jericho kini mengejar cita-citanya menjadi insinyur. Ia berharap menuntaskan wajib belajar 12 tahun dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. "Harapannya sih pengen bisa kuliah, begitu," ungkap Tatiek mewakili anak pertamanya ini.
Sementara GUSDURian Mojokerto mendorong untuk anak bungsu Tatiek Setianingsih yang bernama Juan Tristan Widya (4) agar didaftarkan pula dalam program kawalmasadepan.
"Anaknya juga bisa didaftarkan, jangan lewat google form. Melalui kawalmasadepan.com saja," jelas Imam Maliki, Ketua GUSDURian Mojokerto.
Platform kawalmasadepan.com ini juga menyiapkan untuk nantinya dicarikan orangtua asuh. Terlebih lagi anak yatim maupun piatu yang terdata di Indonesia sampai dengan 8 Juli 2021, tercatat 62.908 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Dan setiap harinya terus bertambah hingga 1.040 orang yang harus dimakamkan.
"Kita juga mengupayakan orangtua asuh bagi korban covid-19, bisa lewat GUSDURian Peduli," pungkas Imam Maliki, Ketua GUSDURian Kota Mojokerto. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |