Batik Cabe, Karya Pengrajin Batik Merespon Kekayaan Lokal Mojokerto
Batik Cabe merupakan salah satu kerajinan batik di Kabupaten Mojokerto. Potensi kekayaan lokal dipadukan dengan warisan budaya Majapahit dipertahankan dalam batik tulis Minoux.

MOJOKERTO – Batik Cabe merupakan salah satu kerajinan batik di Kabupaten Mojokerto. Potensi kekayaan lokal dipadukan dengan warisan budaya Majapahit dipertahankan dalam batik tulis Minoux. Salah satu hasil kerajinan batik di Dusun Tanjung, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Adalah Minuk Iswatiningsih (68), perintis sekaligus pemilik karya Batik Cabe. Ia menjadi penggerek kader perempuan kesehatan di daerah sekitar dalam pemberdayaan rumah tangga untuk melestarikan batik tulis. Hal itu diceritakan Minuk kepada TIMES Indonesia, Sabtu (02/10/2021).
Pada awalnya, Minuk yang merupakan seorang bidan desa ini turut aktif memberikan edukasi dan pengajaran kepada ibu-ibu di daerahnya. Terutama dalam hal ekonomi. Kemudian pemberdayaan ibu-ibu yang terdiri dari lansia, ibu hamil, dan bidan desa ini mengarah kepada pelatihan batik tulis.
Ciri khas batik cabe yang mencoba dipertahankan adalah corak warna yang kesannya kalem. "Kami suka yang warna alam, karena warna alam itu ramah lingkungan," terangnya.

Beberapa kali Batik cabe ini telah dipamerkan di Grand City Surabaya, Pameran di Mojokerto, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan beberapa daerah lainnya. Sempat juga dipajang di beberapa hotel di Kabupaten Mojokerto seperti Hotel Grand Wizz, Raden Wijaya, dan Arayana.
"Awalnya itu rasanya tidak percaya diri begitu, saya dengan kelompok ibu-ibu. Tapi saya coba untuk menguatkan," terangnya sembari menunjukkan Surat Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Batik Cabe ini memiliki filosofi bahwa buah tanaman ini memiliki karakter yang unik. Rasanya pedas dan memiliki sensasi khas di mulut. Karya batik ini mengandung pesan bahwa pemakai batik adalah sosok yang pemberani dan menerima kritikan yang membangun.
"Disamping Dawarblandong memang daerah penghasil cabe, ini punya filosofi pemakainya itu pemberani dan menerima kritik," terang Minuk menjelaskan.

Minuk juga mengkreasikan perpaduan antara warisan budaya majapahit ke dalam kreasi seni batik cabe miliknya. Motif yang dipadukan diantaranya motif Surya Majapahit dan motif Gapura Majapahit.
"Saya melakukan riset ke museum Majapahit, saya pilih dan kelihatan unik itu yang saya ambil. Batik kan seni, jadi peninggalan itu saya gambarkan dalam karya saya," jelasnya.
Karya Batik Cabe bisa dibeli langsung melalui Griya Batik Minoux, di Dusun Tanjung, Desa Temuireng, Kabupaten Mojokerto. Harga yang dipatok dari batik tulis ini kisaran Rp150 ribu sampai Rp750 ribu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

