Dua Tahun Paceklik Job, Pemkot Madiun Bantu Pekerja Seni
Pekerja seni berharap bisa segera manggung lagi seiring turunnya level PPKM di Kota Madiun. Selama pandemi Covid-19 mereka mengalami paceklik karena sepi job. Sehingga tidak sedikit yang harus banting stir cari pekerjaan lain.

MADIUN – Pekerja seni berharap bisa segera manggung lagi seiring turunnya level PPKM di Kota Madiun. Selama pandemi Covid-19 mereka mengalami paceklik karena sepi job. Sehingga tidak sedikit yang harus banting stir cari pekerjaan lain.
"Hampir dua tahun tidak ada apa-apa (job). Buat nyambung hidup saya bakul wedang (jual minuman) dan nasi jotos," ujar Sutartik pesinden asal Kelurahan Manisrejo.
Bersama Suryadi suaminya yang menjadi niyaga (penabuh gamelan), Surtatik biasanya ikut manggung di acara hajatan warga atau pagelaran wayang kulit. Sebelum pandemi, rata-rata dua sampai tiga kali seminggu pasangan usia senja ini dapat job tampil.
"Selama belum ada hajatan saya kerja jadi kuli. Ya semoga Corona segera hilang dan kami bisa manggung lagi," ungkap Suryadi.
Nandina pekerja seni asal Kelurahan Sukosari mengungkapkan kondisi yang sama. Anggota Ikatan Waria Madiun (Iwama) tersebut dulu kerap dapat job sebagai cucuk lampah (pemandu pengantin).

"Sempat nggak ada job sama sekali Sekarang mulai ada kecil-kecil karena sudah ada yang hajatan tapi di luar kota. Di dalam kota belum ada karena masih dibatasi," ujar warga Kelurahan Sukosari itu.
Memahami kondisi paceklik yang dialami para pelaku seni, Wali Kota Madiun H. Maidi memberikan perhatian berupa pemberian bantuan paket sembako. Para pelaku seni juga akan dimasukkan daftar penerima bantuan langsung tunai daerah (BLTD).
"Nanti pelaku seni yang jumlahnya 548 akan ditambahkan sebagai penerima BLTD," ujar Maidi usai penyerahan bantuan bertajuk Aksi Cah Madiunan Peduli di Edupark Ngrowo Bening, Rabu (6/10/2021).
Maidi juga berencana mengajak pelaku seni untuk terlibat di kegiatan kampanye protokol kesehatan (prokes). Mereka juga akan diberi kesempatan manggung di sejumlah fasum.
"Nanti saya ajak bagi masker sambil sosialisasi prokes. Mau buat pertunjukan juga boleh nanti bisa lewat zoom. Kalau ada penonton ya dibatasi jangan banyak-banyak," kata Maidi.
Maidi menegaskan kelonggaran untuk pertunjukan seni akan diberikan jika PPKM Kota Madiun bisa turun ke level 1. Itu pun masih dengan syarat DALAM penyelenggaraannya, pekerja seni harus disiplin prokes. "Semakin kita disiplin prokes semakin kebebasan kita dapat," kata Maidi. (adv)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


