Advertisement
Peristiwa Daerah

Cerita Taman Wisata Senaputra Jadi Posko Darurat Banjir

Taman Wisata Senaputra (sekarang Brawijaya Edu Park) memiliki peran urgen dalam membantu dan mengevakuasi warga dampak banjir Kota Malang hebat beberapa waktu lalu.

TIMES Indonesia,
Cerita Taman Wisata Senaputra Jadi Posko Darurat Banjir
Pengelola Senaputra, Hendri Suwarno, menunjukkan lokasi pintu darurat saat warga berebut masuk untuk menyelamatkan diri dari bencana banjir bandang. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Taman Wisata Senaputra (sekarang Brawijaya Edu Park) memiliki peran urgen dalam membantu dan mengevakuasi warga dampak banjir Kota Malang hebat beberapa waktu lalu.

Bencana banjir hebat terjadi di Kota Batu, Kamis (4/11/2021) lalu. Saking derasnya aliran banjir, sejumlah titik di Kota Malang terdampak. Salah satunya warga Kampung Putih, Kota Malang.

Advertisement

Pengelola Senaputra atau Brawijaya Edu Park, Hendri Suwarno, menceritakan bagaimana sigapnya pihak pengelola wisata dalam membantu warga sekitar.

Hendri Suwarno 2

Ketika itu, wisata Senaputra baru saja dibuka. Petugas sedang melakukan finishing dan layanan bagi pengunjung. Tak sengaja, Hendri datang ke lokasi wisata untuk melakukan pengecekan.

"Kebetulan waktu itu saya sedang ada di lokasi (Senaputra). Tiba-tiba ada staf yang bilang kalau banjir bandang. Kami langsung buka pintu darurat di belakang yang terhubung langsung dengan rumah warga," katanya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (6/11/2021).

"Setelah dibuka, saya tidak mengira sebanyak itu. Ratusan orang yang berebut masuk. Mereka ada yang di menempel tembok, hingga di atas genteng," imbuhnya.

Advertisement

Lalu, pihak pengelola mempersilakan warga masuk ke lokasi wisata dan melakukan pengungsian sementara. Memang, pintu ini dibuat sebagai pintu darurat ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, pintu ini akan dibuka.

Saat ini, Senaputra menjadi posko darurat dan pengungsian warga terdampak banjir. Tempat ini bisa menampung hingga 3000 orang kapasitas.

Rata-rata, warga yang mengungsi di Senaputra merupakan warga Kampung Putih. Saat ini, kata Hendri, ada 200 orang yang didominasi oleh anak-anak dan orang tua.

Dijadikannya tempat wisuda sebagai posko darurat pengungsian merupakan inisiatif pribadi dan aksi spontanitas sebagai wujud kepedulian sosial.

Hendri Suwarno 3

"Kita tidak ada permintaan pemerintah karena kejadiannya hanya hitungan menit air bah datang setinggi itu. Mereka evakuasi diri dan tidak membawa apa-apa," ungkapnya.

Ia bersyukur, sebab pemerintah dan elemen masyarakat lainnya seperti relawan sigap ikut membantu dan menyalurkan bantuan kepada para warga yang terdampak.

Wali Kota Malang Sutiaji langsung mendatangi lokasi posko pengungsian seketika itu juga. Termasuk Menteri Sosial RI Tri Rismaharini. 

"Kami bahagia mereka (anak-anak) bisa tetap bermain. Pemerintah juga tanggap. Warga Malang memang salam satu jiwanya kuat," tandasnya.

Hendri menjelaskan Senaputra sebagai spot Taman Wisata di Malang merupakan destinasi wisata legendaris yang berdiri sejak tahun 1928.

"Kita sebagai pengelola baru, kita mau (Senaputra) ini hidup kembali sebagai tempat wisata yang strategis di pusat kota dengan pohon rindang. Di sini ada kolam renang, tempat bermain anak, tempat pertunjukan kesenian, meeting hall, cafe, resto, penginapan dan lainnya," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMohammad Naufal Ardiansyah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia