Merinding, Upacara Hari Pahlawan Relawan Bencana di Kota Batu
Suasana upacara Hari Pahlawan yang dilaksanakan Relawan Bencana Alam di Kota Batu, Jawa Timur, bikin merinding. Lantunan lagu Indonesia Raya

BATU – Suasana upacara Hari Pahlawan yang dilaksanakan Relawan Bencana Alam di Kota Batu, Jawa Timur, bikin merinding. Lantunan lagu Indonesia Raya, pengibaran bendera Merah Putih dan Teaterikal yang dilakukan membuat peserta upacara larut dalam lautan emosi kesedihan sekaligus rasa syukur menjadi bangsa yang merdeka.
Mereka mengenang jasa para pahlawan, sekaligus mengambil semangat perjuangan untuk membantu korban bencana banjir bandang di Kota Batu.
Di tengah upacara berlangsung mendadak puluhan mobil pikap berisi ratusan relawan memasuki Rest Area Sidomulyo, tanpa dikomando mereka langsung masuk barisan dan mengikuti upacara.

Upacara hari Pahlawan ini diikuti ratusan relawan dari berbagai elemen mulai dari GUSDURian Peduli Jatim, FPRB, Linmas Sidomulyo, Karang Taruna, LPBI NU, Vespa Batu, Warga Ngantang, sejumlah pecinta alam, Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Pemkot Surabaya, Tunas Muda, Vespa Batu Bersatu hingga Sanggar Ogal Agil.
"Ide ini muncul spontanitas, kita ingat hari ini hari Pahlawan, kita pun merencanakan upacara hari Pahlawan sebelum berangkat melaksanakan bhakti sosial di lokasi bencana," ujar Ahmad Khori dari Vespa Batu Bersatu.
Lewat kegiatan ini para relawan tetap mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan jasa para Pahlawan.

"Harapan kita, muncul pahlawan-pahlawab baru yang bisa mrnjaga kelestarian alam. Ketika alam kita rusak, bagaimana masa depan anak cucu kita kelak," ujar laki-laki yang kehilangan Paman dan Bibinya dalam bencana banjir bandang ini.
Para relawan ini juga berharap upacara hari Pahlawan ini juga memberikan semangat untuk korban bencana alam, sehingga mereka bisa bangkit.
Haris El Mahdi dari GUSDURian mengatakan bahwa upacara hari Pahlawan ini mengingatkan tiga konsep Kota Batu yakni konsep Wono (Hutan), Giri (Gunung) dan Tirto (Air).
"Tiga konsep ini yang membuat daerah Kota Batu ini menjadi daerah Perdikan Majapahit, karena diberikan kewenangan menjaga tiga hal itu. Lewat kegiatan ini kita harus hadirkan pahlawan baru bertepatan dengan tujuh hari bencana alam banjir bandang," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


