Pemkab Pangandaran Rancang Pengembangan Sertifikasi Bibit Kelapa Hibrida
Pemerintah Kabupaten Pangandaran merancang pengembangan sertifikasi pohon induk terpilih (PIT) kelapa hibrida.

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran merancang pengembangan sertifikasi pohon induk terpilih (PIT) kelapa hibrida.
Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, perkembangan dan potensi dari pohon dan buah kelapa di Pangandaran manfaatnya sudah dirasakan masyarakat luas.
Selain hasil jual beli butiran buah kelapa, banyak turunan hasil olahan yang produksi berbahan dasar kelapa seperti gula merah.
Dari potensi perkembangan kelapa tersebut, Jeje merancang agar Kabupaten Pangandaran memiliki bibit kelapa hibrida unggulan lokal.
"Kami programkan agar Pangandaran punya bibit kelapa hibrida lokal yang bersertifikasi," kata Jeje, Rabu (10/11/2021).
Jeje menambahkan, Pemkab Pangandaran pernah melakukan survey dan study banding kebeberapa daerah dalam rangka mencari formulasi bibit kelapa yang berkualitas.
Pada survey dan study banding sebelumnya Pemkab Pangandaran berkunjung ke Manado dan Sukabumi.

Study banding yang dilaksanakan hanya untuk mengetahui bagaimana cara dan memperlakukan tanaman kelapa supaya tumbuh subur dan berkembang bagus.
"Saat ini di Pangandaran sudah ada kebun milik warga seluas 12 hektare dengan jumlah pohon kelapa hibrida 2000 pohon dengan ketinggian hanya 2 meter," tambah Jeje.
Keberadaan hamparan kebun kelapa milik warga itu membuka peluang Pemkab Pangandaran untuk melegalkan benih kelapa hibrida agar bisa tumbuh berkembang dimasyarakat.
Ada tahapan dan mekanisme dalam mensertifikatkan pohon induk terpilih (PIT) kelapa hibrida dari Kementerian Pertanian.
Pohon kelapa hibrida tersebut walaupun pendek tetapi buahnya lebat dan bisa juga diambil air niranya untuk dijadikan bahan dasar gula merah.
"Risiko terbesar seorang penderes kelapa di Pangandaran adalah memanjat pohon dengan ketinggian 10 meter bahkan sampai 17 meter, dengan kelapa hibrida penderes akan minim risiko kecelakaan," jelas Jeje.
Jeje optimis apabila pohon kelapa hibrida sudah menyebar luas dimasyarakat tingkat produksi gula merah bakal banyak dan jadi ketahanan ekonomi masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan mengupayakan Pengadaan kelapa hibrida.
"Akan kami upayakan anggaran untuk pengadaan bibit kelapa hibrida," kata Sutriaman.
Sutriaman menambahkan, saat ini di Pangandaran belum ada penangkar kelapa hibrida khusus, sehingga petani yang membutuhkan benih harus mendatangkan dari luar daerah.
"Kalau pun ada jenis kelapa hibrida lokal unggul di masyarakat maka harus memiliki sertifikat terlebih dahulu," tambahnya.
Tahun 2021 sekarang, Pemkab Pangandaran sedang mengupayakan proses sertifikasi kelapa hibrida lokal di Cijulang.
"Setelah resmi memiliki legalitas dan ada penakaran benih baru bisa dipasarkan kepada masyarakat," jelasnya.
Kelapa hibrida yang saat ini ada di Kabupaten Pangandaran bisa berbuah lebat dan berkembang baik meski baru berumur 3 tahun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

