Advertisement
Peristiwa Daerah

Tiga Bencana Hidrometrologi di Kabupaten Mojokerto

Kabupaten Mojokerto Jawa Timur tecatat mengalami tiga bencana hidrometrologi dipenghujung November 2021. Yang pertama, tanah longsor di Desa Kuripansari ...

TIMES Indonesia,
Tiga Bencana Hidrometrologi di Kabupaten Mojokerto
Tanah longsor di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (30/11/2021) (Dok. BPBD Kabupaten Mojokerto for TIMES Indonesia)
A-AA+

MOJOKERTO Kabupaten Mojokerto Jawa Timur tecatat mengalami tiga bencana hidrometrologi dipenghujung November 2021. Yang pertama, tanah longsor di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, sedangkan dua bencana lainnya adalah luberan air tepatnya di Desa/Kecamatan Jetis dan Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Djoko Soepangkat, Senin (30/11/2021) menjelaskan, tanah longsor yang di Desa Kuripansari itu memiliki diameter dengan tinggi 15 meter dan lebar 6 meter. Menutup separuh jalan

Advertisement

"Karena itu memang tanahnya labil, perbukitan bukan hutan itu. Hanya tanah pertanian biasa. Jadi lapuk begitu," katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membersihkan material longsor yang berupa tanah lumpur dan batu.

"BPBD telah berkoordinasi dengan PUPR untuk mengerahkan alat berat karena banyaknya material batu, tepat pukul 19.46 WIB evakuasi longsor di Desa Kuripansari selesai," jelas Joko.

Sementara itu, banjir yang terjadi di perempatan Desa Jetis, Kabupaten Mojokerto sudah jadi peristiwa yang kesekian kali. Pihaknya juga telah melakukan normalisasi sungai.

"Sudah berkali-kali dinormalisasi juga begitu. Terus sekarang ini pengerjaannya untuk dipermanenkan belum selesai, sudah kena debit hujan yang cukup deras, akhirnya seperti itu," jelasnya kepada TIMES Indonesia.

Advertisement

Menurut Djoko, salah satu faktor penyebab luberan air ini adalah pembangunan jalan tol layang. Keadaan jalan menjadi cekung.

"Sejak adanya pembangunan jembatan layang tol itu tambah parah. Itu kan cekung begitu kan. Sebenarnya sudah ada pemecahan teman-teman dari PUPR untuk pengerjaan gorong-gorong itu," terangnya.

Atas peristiwa ini setidaknya 6 rumah warga dan 1 warung terdampak genangan air dengan ketinggian 10-20 cm. Namun air berangsur-angsur surut.

Djoko juga menerangkan selain bencana banjir di Kecamatan Jetis, terjadi juga di Kecamatan Kemlagi. Tepatnya di Dusun Putat, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

"Itu juga luberan air juga. Padahal Oktober sudah kami bersihkan dengan alat berat. Saya dapat barongan (kumpulan bambu) itu kiriman dari arah Jombang, Ngusikan, Gunung Pucang," terangnya.

"Akhirnya barongan itu nyantol (nyangkut) di jembatan. Ini tadi Camat Kemlagi dapat 7 gelondong campuran kayu jati dan barongan," sambungnya.

Tidak ada korban jiwa dalam 3 bencana hidrometrologi yang berbeda wilayah ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia