Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkot Malang Tambah Lahan Pemakaman Baru di Lesanpuro

Fasilitas lahan pemakaman di Kota Malang Jawa Timur kian hari kian habis. Oleh sebab itu, Pemkot Malang berencana menambah ketersediaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru g ...

TIMES Indonesia,
Pemkot Malang Tambah Lahan Pemakaman Baru di Lesanpuro
Proses Pemakaman Protokol Kesehatan (Prokes) di salah satu TPU Kota Malang. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Fasilitas lahan pemakaman di Kota Malang Jawa Timur kian hari kian habis. Oleh sebab itu, Pemkot Malang berencana menambah ketersediaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru guna memberi pelayanan maksimal bagi masyarakat.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, penambahan TPU baru nantinya akan bertempat di kawasan Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang.

Advertisement

Rencananya, di tahun 2022 mendatang TPU baru tersebut bisa digunakan dan saat ini DLH Koya Malang sedang menyusun Detail Engineering Design (DED).

"Kita masih penyusunan DED, kita kan sudah dapat SK Wali Kota terkait penggunaan lahan untuk makam di Lesanpuro," ujar Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, Sabtu (18/12/2021).

TPU yang rencananya menggunakan lahan seluas 15.000 m2 tersebut, nantinya akan diberi berbagai fasilitas untuk kenyamanan masyarakat Kota Malang.

"Makam baru ini kita beri fasilitas lengkap. Seperti parkiran, tapi gak besar ya. Lalu pembangunan fisik lain untuk tempat berteduh, musholla, tempat istirahat, pagar dan sekat-sekat," ungkapnya.

Penambahan TPU baru ini, lanjut Wahyu, dirasa sangat dibutuhkan. Mengingat, sekitar 9 TPU di Kota Malang saat ini terbilang penuh. Bahkan, banyak yang dilakukan penumpukan pada prosesi pemakaman.

Advertisement

"Contoh saja di Sukun itu ada 4 makam yag ditumpuk. Belum yang di Kasin juga. Jadi itungannya habis. Kalau pun ada, itu tinggal sedikit," katanya.

Meski ditargetkan untuk pembangunan fisik di tahun 2022 mendatang, Wahyu masih belum bisa membeberkan berapa anggaran yang digunakan untuk pembangunan TPU baru tersebut.

"Untuk anggaran belum, karena masih DED. Rencana 2022 busa dieksekusi. Jadi harapannya mudah-mudahan di PAK nanti," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia