Advertisement
Peristiwa Daerah

Andi Jamaro Dulung Sarankan Calon Ketum PBNU Ulama Bergelar Doktor

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1999 - 2010, DR H Andi Jamaro Dulung menuturkan Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi para ulama dan intelektual muslim. ... ...

TIMES Indonesia,
Andi Jamaro Dulung Sarankan Calon Ketum PBNU Ulama Bergelar Doktor
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1999 - 2010, DR H Andi Jamaro Dulung.(Dokpri)
A-AA+

SURABAYA Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1999 - 2010, DR H Andi Jamaro Dulung menuturkan Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi para ulama dan intelektual muslim.

Karena NU menjadi gudangnya para ulama, kiai, cendekiawan dan intelektual muslim. Bahkan sejak era Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU, sudah ribuan kader NU yang mampu meraih gelar doktor atas fasilitasi PBNU.

Advertisement

Oleh sebab itu, Andi Jamaro Dulung berharap Ketua Umum PBNU dijabat oleh seorang ulama yang bergelar profesor atau minimal bergelar doktor.

"NU mempunyai ratusan profesor dan ribuan doktor maka sudah semestinya apabila Ketua Umum PBNU dijabat oleh seorang ulama yang bergelar profesor, atau setidak-tidaknya bergelar doktor," ujar Andi Jamaro Dulung, Senin (20/12/2021).

Selanjutnya Andi Jamaro juga menyampaikan permohonan maaf karena telah berpihak kepada Ketua Umum PBNU petahana, Prof Dr Said Agil Siraj dan ia tidak mendukung KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 23-25 Desember 2021 nanti.

Andi Jamaro yang merupakan tokoh NU dari Sulawesi Selatan lebih khusus meminta izin kepada para tokoh NU Sulsel untuk menyampaikan secara singkat alasannya tidak berpihak kepada  Gus Yahya.

Dia mengaku tidak sampai hati dan tega menyerahkan jabatan Ketua Umum PBNU kepada orang yang secara akademik formal dinilai tidak teruji.

Advertisement

Dia merinci, PBNU membawahi 274 Perguruan Tinggi NU, dimana setiap perguruan tinggi tersebut dipimpin oleh akademisi NU yang bergelar profesor dan doktor. Sedangkan Ketua Umum PBNU ibarat seorang chairman dari semua perguruan tinggi milik NU tersebut.

"Lalu akan menjadi sangat ironis bila seorang chairman dari 274 PTNU itu adalah orang yang tidak tamat pendidikan S-1," tegasnya.

Ia juga melihat jika pada umumnya para tokoh NU yang menjadi pengurus PBNU kebanyakan adalah tokoh-tokoh NU dan para ulama yang bergelar doktor dan profesor.

"Sangat lucu sekali apabila jajaran pengurus PBNU yang berpendidikan lulusan S-3 dan guru besar dipimpin oleh tokoh yang kurang jelas riwayat pendidikannya," ungkap Andi.

Idealnya, kata Andi Jamaro Dulung, PBNU harus dipimpin oleh kader yang secara berjenjang berproses dan melalui kaderisasi di NU.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia