Advertisement
Peristiwa Daerah

Sebelum menutup Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama, Wapres Resmikan Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan Lampung

Sebelum menutup Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin berkesempatan meresm ...

TIMES Indonesia,
Sebelum menutup Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama, Wapres Resmikan Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan Lampung
K.H. Ma'ruf Amin berkesempatan meresmikan pembangunan Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan, Jumat (24/12/2021). (FOTO:PBNU)
A-AA+

LAMONGAN Sebelum menutup Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin berkesempatan meresmikan pembangunan Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan, Jumat (24/12/2021).

Usai menandatangani prasasti peresmian masjid berkapasitas 6.000 jamaah ini, Wapres mengungkapkan bahwa keberadaan masjid di tengah kampus sangat penting agar terjadi perpaduan antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan Iman dan Takwa (IMTAK).

Advertisement

"Kami harapkan saja bahwa masjid ini menjadi semacam (untuk) melengkapi di kampus. Itu penting saya kira supaya antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dibarengi dengan iman dan takwanya," tutur Wapres.

Dengan demikian, sambungnya, di kampus ini mahasiswa diharapkan tidak hanya akan menguasai hukum alam (takwini) tetapi juga hukum syariat (tasyri'i).

"Antara penguasaan terhadap nidzom takwini (ilmu alam) dengan nidzom tasyri'i (ilmu syariat), jadi dua-duanya dikuasai," tuturnya.

Adapun tujuannya, kata Wapres, adalah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Kalau yang takwini itu urusan bagaimana membangun kemakmuran, di sini (masjid) yang taklifi (keagamaan)-nya, sehingga nidzom rabbani (hukum Tuhan), baik takwini maupun taklifi ini bisa disatukan dalam kampus, yaitu (untuk) melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas," terangnya.

Advertisement

Untuk itu, Wapres mengharapkan kampus-kampus khususnya yang umum memiliki masjid.

"Saya kira memang kami mengharapkan nanti di semua kampus (Islam) ada masjid, lebih-lebih di perguruan tinggi yang umum," pungkasnya sebelum menutup Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia