Advertisement
Peristiwa Daerah

Gedung Lama Retak, Kantor UTD PMI Bondowoso Dipindah Lebih Dekat ke RSUD

Kantor Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini dipindahkan jadi satu area dengan gedung Akper, tepatnya di belakang RS ...

TIMES Indonesia,
Gedung Lama Retak, Kantor UTD PMI Bondowoso Dipindah Lebih Dekat ke RSUD
Gedung Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Bondowoso yang baru. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Kantor Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini dipindahkan jadi satu area dengan gedung Akper, tepatnya di belakang RSUD dr Koesnadi.

Sebab gedung yang lama mengkhawatirkan. Gedung lama UTD PMI di Jalan Piere Tendean, Kelurahan Badean memang sempat jadi catatan DPRD Bondowoso pada 2019 lalu. 

Advertisement

Dewan mendapati gedungnya retak dan dinilai membahayakan petugas sekaligus pendonor. Selain itu bangunannya juga sempit.

Di gedung yang baru ini bangunannya lebih luas dan lebih dekat dengan RSUD dr Koesnadi, hanya terpisah dinding saja.

Ketua PMI Bondowoso, Soekaryo mengatakan, gedung UTD PMI sengaja direlokasi karena di lokasi yang lama gedungnya sudah banyak yang retak.

"Tanahnya rendes (bergerak ke bawah), sehingga dikhawatirkan ambruk seketika dan memakan korban," katanya saat syukuran di gedung baru, Senin (31/1/2022).

Menurutnya, masyarakat yang hendak mendonorkan darah merasa tidak aman dengan kondisi gedung yang  lama. Bukan hanya pendonor, tapi petugas UTD PMI pun merasa kurang aman.

Advertisement

"Intinya demi kenyamanan dan pelayanan. Awalnya koordinasi dengan direktur rumah sakit, agar mendekatkan UTD PMI ini dengan rumah sakit. Maka direlokasikanlah kesini," paparnya.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan darah dari rumah sakit, tidak terlalu jauh jaraknya dengan UTD PMI. 

"Pelayanan untuk saat ini menjadi lebih mudah dan dekat. Khawatir ada yang mengambil darah ke UTD, tapi bukan keluarganya, lalu dijual. Dikhawatirkan begitu," jelas dia.

Menurutnya, ruang tampung darah di gedung baru tersebut lebih luas, dan disaat hujan pun tidak mengalami kebocoran pada atapnya.

"Semua peralatan sudah ada disini, dan bahkan untuk pengolahan darah yang cepat dan butuh trombosit, kita sudah bicara dengan direktur rumah sakit untuk pembelian alat itu," paparnya. 

Selain itu, imbuh Soekaryo, untuk saat ini pihaknya telah melakukan open management. Semua dana yang masuk beserta pengelolaannya nanti bisa diketahui oleh masyarakat.

"Dari keterbukaan itu harapannya kita juga mendapatkan dukungan dari semua pihak, karena kami tidak numpang hidup di PMI tapi menghidupkan PMI," paparnya usai kegiatan di Gedung UTD PMI Bondowoso yang baru. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia