Peristiwa Daerah

19 Kecamatan di Banyuwangi Berpotensi Terancam Tanah Gerak

Rabu, 02 Februari 2022 - 18:11 | 123.27k
Peta Kabupaten Banyuwangi (Foto : Google Map)
Peta Kabupaten Banyuwangi (Foto : Google Map)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sedikitnya 19 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur berpotensi terancam tanah gerak. Potensi itu mulai tingkatan menengah hingga tinggi, tergantung topografi wilayah masing-masing.

Kalibaru, Glenmore, Sempu, Genteng, Gambiran, Bangorejo, Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldlimo, Srono, Singojuruh, Songgon, Rogojampi, Kabat, Banyuwangi, Glagah, Giri, Kalipuro, dan Wongsorejo

Advertisement

Daerah yang mempunyai potensi menengah, terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah, jika curah hujan di atas normal dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

"Iya seluruh wilayah Jawa Timur berpotensi ada pergerakan tanah," kata Kepala Bidang Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budianto, kepada TIMESIndonesia, Rabu (2/2/2022).

PVMBG merilis ada sebanyak 35 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur yang berpotensi terancam tanah gerak. Dari 35 wilayah tersebut Kabupaten Banyuwangi termasuk ada di dalamnya. 

Menurut Agus, penyebab dari tanah gerak itu dikarenakan meningkatnya intensitas curah hujan pada bulan Februari 2022 ini.

"Pada daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," ungkap Agus.

Dampak yang akan ditimbulkan dari adanya pergerakan tanah tersebut diantaranya, kerusakan bangunan rumah, gedung, infrastruktur jalan putus hingga tanah longsor.

"Potensi kerentanan tanah pun beragam, mulai tingkat menengah hingga tinggi tergantung topografi wilayah. Dan itu tersebar di seluruh wilayah di Jawa Timur, baik dataran tinggi maupun dataran rendah," ujar Agus.

PVMBG, masih Agus, juga mengeluarkan peta prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah di Jawa Timur pada Februari 2022. Dalam peta tersebut tampak wilayah dengan warna merah, kuning dan hijau.

"Daerah merah merupakan wilayah dengan potensi tinggi untuk terjadinya gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," tandas Agus.

Atas potensi ancaman bencana tanah gerak itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Banyuwangi tentu harus bergerak cepat dalam melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun apa yang menjadi potensi itu benar-benar terjadi, maka setidaknya dapat menekan dari dampak yang ditimbulkan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES