Batu Megalit di Pagaralam Banyak Rusak dan Hilang
Keberadaan peninggalan sejarah yang menjadi aset Cagar Budaya, menjadi perhatian serius anak-anak muda Pagaralam, Sumatra Selatan yang tergabung dalam Komunitas Pecinta ...

PAGARALAM – Keberadaan peninggalan sejarah yang menjadi aset Cagar Budaya, menjadi perhatian serius anak-anak muda Pagaralam, Sumatra Selatan yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Megalitik Sejarah Seni Adat Besemah (Kopi Merah Sabe).
Sejauh ini, situs Batu Megalit yang ada di Kota Pagaralam masih perlu perhatian serius untuk dilestarikan terlebih rusak bahkan hilang. Melalui Divisi Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Komunitas Merah Sabe melakukan giat pendataan, sejurus aksi bersih di beberapa situs cagar budaya yang luput dari perhatian dinas terkait.
“Kami ada program pelestarian, seperti melakukan aksi bersih, pemasangan plank dan perawatan Benda Cagar Budaya,” ujar Pembina Kopi Merah Sabe, Refdinal, Senin (7/3/2022).
Didampingi Arya, Ketua Kopi Merah Sabe, Refdinal juga menyebutkan mulai awal Maret 2022 ini pengurus bersama anggota, termasuk calon anggota Kopi Merah Sabe melakukan aksi ke lapangan, memantau langsung kondisi situs cagar budaya yang ada.
Salah satunya adalah situs di Kelurahan Beringin Jaya, tepatnya berada di areal Mesjid Taqwa seberang lapangan Merdeka Alun-alun Utara. “Banyak masyarakat tidak tahu jika di sana ada situs Batu Dalkon,” katanya.
Selain itu masih di lokasi yang sama, situs Arca Gajah yang posisinya berada di halaman Gedung Juang. “Anggota komunitas di dua lokasi situs tidak hanya melakukan aksi bersih, namun juga memasang plang nama, sebagai tanda di lokasi ada situs,” lanjut dia.
Selesai di dua titik tersebut, aksi bersih dilanjutkan ke Situs Tanjung Aro, Kelurahan Kuripan Babas, Situs Batu Balai di Tegur Wangi dan Situs Batu Tulis di Kelurahan Agung Lawangan.
“Pemasangan plang di lokasi, bertujuan untuk pengenalan Nama Situs, juga sebagai media sosialisasi UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Harapan kita bisa membangkitkan kepedulian masyarakat untuk menjaga, merawat dan melestarikan berbagai situs yang ada di Kota Pagaralam,” kata Refdinal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

