Begini Tradisi Sya'banan di Kampung Sumber Ardi Probolinggo
Malam Nisfu Sya'ban atau pertengahan Bulan Sya'ban dalam Kalender Hijriyah, merupakan malam yang ditunggu oleh masyarakat. ...

PROBOLINGGO – Malam Nisfu Sya'ban atau pertengahan Bulan Sya'ban dalam Kalender Hijriyah, merupakan malam yang ditunggu oleh masyarakat. Tak heran jika muncul Tradisi Sya'banan, seperti di Dusun Kebon Jeruk Blok Sumber Ardi, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Jatim.
Warga setempat hingga kini masih melestarikan tradisi malam Nisfu Sya'ban alias Sya’banan, Kamis (17/3/2022) malam.
Warga di Kampung Sumber Ardi yang dulunya disebut kampung Kebon Jeruk ini, masih melestarikan tradisi dari nenek moyangnya, salah satunya Sya’banan tersebut.

Tradisi Sya’banan di Kampung Sumber Ardi, dilakasanakan tiap tahun di malam Nifsu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya'ban dalam Kalender Hijriyah.
Tradisi malam Nifsyu Sya’ban di Kampung Sumber Ardi ini dimulai setelah Salat Maghrib. Para warga berkumpul untuk melakukan Salat Magrib berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan Salat Sunah Nifsu Sya’ban.
Setelah itu, dipimpin oleh ustad setempat, para warga kampung Sumber Ardi memimpin membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali. Setelah itu, para wargapun saling berjabatan tangan, bermaaf-maafan sebagai tanda telah dibukanya lembaran baru.

“Tradisi Sya’banan ini sudah ada sejak tahun 1992. Sampai saat ini masih lestari. Tradisi ini selain untuk memanjatkan doa, juga untuk mempererat hubungan warga di sekitar kampung Sumber Ardi ini,” kata Ustaz Sumadi.
“Selain itu tradisi Sya’banan di kampung ini, biasanya para warga membawa makanan, untuk di makan bersama," imbuhnya.
Tradisi Sya'banan yang masih lestari di Kampung Sumber Ardi Kota Probolinggo, ini bukan hanya Sya’banan saja. Di hampir di setiap bulannya tradisi seperti ini juga dilaksanakan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

