Advertisement
Peristiwa Daerah

Peringatan Hari Air Sedunia, Warga Songgoriti Kota Batu Gelar Ritual Nggaret Bumi

Tradisi ritual nggaret bumi (tusuk/menggarisi bumi) mengawali tradisi Nadah Banyu lan Resik Dandang yang dilaksanakan warga Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kota ...

TIMES Indonesia,
Peringatan Hari Air Sedunia, Warga Songgoriti Kota Batu Gelar Ritual Nggaret Bumi
Ritual Nggaret Bumi, Nadah Banyu lan resik dandang yang dilaksanakan di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu hari ini. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Tradisi ritual nggaret bumi (tusuk/menggarisi bumi) mengawali tradisi Nadah Banyu lan Resik Dandang yang dilaksanakan warga Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Selasa (22/3/2022) hari ini.

Sejak pagi tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama berkumpul di Punden Mbah Supo atau Makam Mbah Supo, tokoh yang menjadi cikal bakal berdirinya Songgoriti. Selepas itu mereka membawa wadah kemenyan, dandang serta pusaka desa ke Simpang Tiga Songgoriti yang berada tepat di depan Pasar Songgoriti.

Advertisement

Di sini, para tokoh adat berdoa kemudian bersujud mengawali tradisi Nggaret Bumi. Salah satu tokoh adat memegang pusaka kemudian menorehkan ujung pusaka ke tanah kemudian menggesernya menelusuri jalan yang berada di samping Hotel Songgoriti Resort menuju ke sebuah Pohon Beringin tua yang ada di ujung jalan.

Tetua adat ini Nggaret Bumi sambil berjalan mundur diikuti tokoh adat yang lain yang bertugas menebarkan garam ke jalanan. Perjalanan ini berakhir di bawah sebuah Pohon Beringin yang besar.

Ritual-Nggaret-Bumi-b.jpg

Di sela-sela akar pohon ini pusaka berupa keris ini ditancapkan kemudian diakhiri dengan doa. Bau kemenyan yang kuat membuat suasana terasa lain.

Selepas ritual Nggaret Bumi ini, para tetua adat beserta warga kembali ke Makam Mbah Supo di mana di bawahnya mengalir sumber air dan sebuah bendungan air yang disebut warga dengan sebutan Embung Rajekwesi.

Advertisement

Ditempat ini warga melaksanakan tradisi Resik Dandang (membersihkan peralatan dapur) dan Nadah Banyu yang merupakan simbol bersuci mempersiapkan datangnya bulan Ramadan sekaligus pelestarian sumber air.

Ritual-Nggaret-Bumi-c.jpg

"Kegiatan ini bagian dari upaya kita uri-uri budaya leluhur sekaligus upaya kita melestarikan sumber air di Hari Air Sedunia yang jatuh hari ini," ujar Ketua Forum Musyawarah Lingkungan Kelurahan Songgokerto, Mishar.

Menurutnya tradisi ini sudah ada sejak dahulu dan selalu dilaksanakan menjelang bulan Ramadan. "Alat bekerja, seperti cangkul, sekrop yang dipergunakan petani untuk bekerja semuanya dibersihkan di sumber air," ujarnya.

Karena itu, dalam kegiatan ini Mishar selain mengajak warga dan tokoh masyarakat, juga mengajak anak-anak agar semangat uri-uri budaya leluhur dan pelestarian lingkungan. Para siswa SDN Songgokerto 3 Kota Batu beserta Kepala Sekolah dan guru ikut serta menyemarakkan kegiatan ritual nggaret bumi ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia