Kecelakaan Maut di Tapen Bondowoso, Ini yang Terjadi pada Pikap Sebelum Terguling
Sebuah pikap yang membawa buruh kentang di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso mengalami kecelakaan maut. ... ...

BONDOWOSO – Sebuah pikap yang membawa buruh kentang di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso mengalami kecelakaan maut. Kendaraan tersebut oleng saat akan mengantarkan pekerja pulang ke rumah, Senin 21 Maret lalu.
Dalam kecelakaan tunggal itu, pikap membawa 27 penumpang, tujuh di antaranya meninggal dunia, satu meninggal di lokasi dan sisanya sempat mendapatkan perawatan tetapi nyawanya tidak bisa tertolong.
Kasi Humas Polres Bondowoso Ipda Bobby Dwi Siswanto mengatakan, bahwa sopir pikap tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, kendaraan itu juga kelebihan muatan. Pikap tersebut maksimal bermuatan 2,1 ton tapi diisi beban 2,6 ton.
"Pengemudi juga berkendara dalam keadaan lelah dan mengantuk, sehingga terjadi insiden itu," tuturnya.
Menurutnya, hasil olah TKP Ditlantas Polda Jatim, kendaraan pikap yang ditumpangi tersangka sempat turun ke bahu jalan sebelah kiri. Lalu kembali ke tengah, terbalik dan terseret 20 meter.
"Mengenai kelayakan berkendara, tersangka diketahui tidak memiliki SIM dan kendaraan uji KIR terakhir pada November 2019 lalu," kata Bobby.
Pada kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 310 ayat 4 juncto 3 dan ayat 2 UULAJ nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dengan hukuman maksimal 6 tahun dan atau denda Rp 12 juta.
"Kemudian dikenakan pasal 311 ayat 5 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara," katanya dalam pres conference, Selasa (29/3/2022).
Diberitahukan sebelumnya, sebuah pikap mengalami kecelakaan maut di jalan raya Ijen di desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.
Pikap tersebut memuat 27 penumpang yang semuanya merupakan buruh tani kentang dari Desa Gentong dan Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok. Sementara kecelakaan maut pikap di Gunung Anyar Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso itu menewaskan tujuh penumpang dan lainnya mengalami luka-luka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


