Pemkot Malang Baru Bisa Perbaiki Jembatan Splindid di Tahun 2023
Jembatan Splindid yang berada di wilayah Pasar Burung Kota Malang kian hari kondisinya cukup mengkhawatirkan. Sejak satu pilar penyangga tergantung akibat ...

MALANG – Jembatan Splindid yang berada di wilayah Pasar Burung Kota Malang kian hari kondisinya cukup mengkhawatirkan. Sejak satu pilar penyangga tergantung akibat plengsengan terus tergerus air. Jembatan tersebut pun rawan ambrol.
Meski demikian, Pemkot Malang tak bisa berbuat banyak saat ini karena perbaikan baru bisa dilakukan tahun depan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan hanya mengurangi beban guna meminimalisir kerawanan ambrol tersebut. Akhirnya, per hari ini Dishub Kota Malang memasang plang penanda dilarang melintas khusus mobil (R4) dan R3.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa perbaikan jembatan bisa dilakukan di tahun 2023 mendatang. Sebab, di tahun 2022 ini perbaikan tak dianggarkan dan tak ada anggaran yang bisa digunakan untuk perbaikan jembatan tersebut.
"Kita usulkan 2023 (perbaikan jembatan). Karena belum dianggarkan di 2022," ujar Diah, Senin (25/4/2022).

Usulan penganggaran perbaikan jembatan tersebut, dibarengkan dengan perbaikan dua jembatan lainnya, yakni Jembatan Kahuripan dan Mojopahit. Nilainya, sekitar Ro 52 miliar untuk perbaikan ketiga jembatan tersebut. Namun, Diah belum bisa mendetail untuk anggaran khusus perbaikan jembatan Splindid Kota Malang.
"Insyallah Rp 52 miliar untuk tiga jembatan. Tapi saya lupa (saat ditanya anggaran khusus jembatan Splindid)," katanya.
Melihat kondisi jembatan, Diah menyarankan untuk penutupan total akses jembatan hingga perbaikan dilakukan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir dampak buruh yang terjadi jika jembatan tersebut tiba-tiba ambrol seketika.
"Jembatan Splindid lebih aman ditutup saja," tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi menyampaikan bahwa agar DPUPRPKP Kota Malang bisa sesegera mungkin mempercepat perbaikan.
"Info PUPR memang waktunya tidak cukup kalau di PAK 2022. Kemudian saya minta menghitung ulang terkait dengan waktu pelaksanaan perbaikannya agar segera dilakukan di 2022," kata Wanedi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


