Pengendara Mengeluh, Banyak Lampu PJU di Arak-Arak Bondowoso Tak Berfungsi
Jalur kendaraan Arak-Arak Kabupaten Bondowoso merupakan jalur yang cukup ekstrim. Perlintasan menuju arah Besuki Situbondo itu dipenuhi dengan tebing yang curam. ... ...

BONDOWOSO – Jalur kendaraan Arak-Arak Kabupaten Bondowoso merupakan jalur yang cukup ekstrim. Perlintasan menuju arah Besuki Situbondo itu dipenuhi dengan tebing yang curam. Belum lagi terdapat belokan tajam dan menurun. Namun di satu sisi lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) di lokasi itu banyak yang mati.
Pantauan di lokasi, sepanjang jalan Arak-Arak, Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin. Belasan PJU yang disediakan sudah tidak berfungsi. Bahkan sebagian besar tiangnya sudah bengkok, ada pula yang tidak ada lampu dan kabelnya terputus.
Kondisi itu membuat pengendara khawatir saat melintas di lokasi tersebut pada malam hari. Sebab lintasannya menanjak, dengan tikungan yang tajam.
Salah seorang pengendara roda dua, Ilham Wahyudi mengaku, bahwa beberapa titik di jalur Arak-Arak banyak PJU yang mati.
"Kemarin waktu saya pulang ke Situbondo. H-2 lebaran. Kok gelap, selain takut jatuh juga takut terjadi kejahatan," kata pria yang tinggal di Kabupaten Bondowoso ini.
Pihaknya berharap PJU di jalur Arak-Arak Bondowoso bisa segera diperbaiki. "Kasihan pengendara yang melintas di malam hari," harapnya.
Menanggapi kondisi itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono mengatakan, keberadaan PJU memang penting. Sebab manfaatnya untuk keamanan, kenyaman berkendara dan lain sebagainya.
Selain itu kata dia, juga berguna untuk penurunan angka kecelakaan lalu lintas, hingga mengurangi angka kriminalitas. "Kalau gelap-gelap kan identik dengan yang tidak baik," katanya.
Sutriyono juga menjelaskan, bahwa sejak Tahun 2020 lalu, semua PJU yang ada hanya dilakukan perawatan ringan saja.
Itu pun kata dia, masih dianggap kurang maksimal, mengingat keterbatasan dana yang dimiliki. "Kita masih terkendala situasi pandemi ini, refocusing dan lain sebagainya," imbuhnya.
Menurutnya, di lokasi tersebut dapat dikatakan rawan, sehingga diperlukan lampu yang selalu menyala pada malam hari.
Oleh sebab itu, beberapa waktu lalu sempat diusulkan untuk menggunakan solar cell, untuk menghidupkan lampunya. Selain itu, ia meminta pihak terkait untuk tetap menjaga keamanan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. "Jangan sampai sekarang dipasang. Besok sudah hilang," ucapnya.
Politisi PKB ini memaparkan, sistem pembayaran PJU kepada PLN ternyata belum seragam. Ada yang menggunakan sistem meterisasi dan taksasi. "Taksasi itu sistem borongan, jadi bayar rekeningnya ke PLN itu habisnya kira-kira," paparnya.
Pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pembayaran dengan sistem meterisasi untuk PJU Arak-Arak Bondowoso. Terlebih hingga saat ini, baru tiga ribu PJU saja yang menggunakan sistem tersebut. Sembilan ribu sisanya masih menggunakan sistem taksasi. "Kalau meterisasi ada alatnya juga. Jadi harus pengadaan kita," imbuhnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


