Advertisement
Peristiwa Daerah

MUI: LGBT Harus diobati, Bukan Dibiarkan dengan Alasan Toleransi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH. M. Cholil Nafis menganggap Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan ketidaknormalan. ... ...

TIMES Indonesia,
MUI: LGBT Harus diobati, Bukan Dibiarkan dengan Alasan Toleransi
Infografis podcast Close The Door Deddy Corbuzier tentang LGBT yang sudah ditakedown. (FOTO: Twitter @Catatan_Ali7)
A-AA+

JAKARTA Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH. M. Cholil Nafis menganggap Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan ketidaknormalan.

Hal tersebut ia sampaikan melalui akun twitternya pada Senin (9/5/2022) lalu saat menanggapi konten YouTube Podcast Deddy Corbuzier yang menampilkan pasangan LGBT dalam podcast tersebut.

Advertisement

"Saya masih menganggap LGBT itu ketidaknormalan yang harus diobati bukan dibiarkan dengan dalih toleransi," ucap Cholil dikutip dalam twitternya pada Rabu (11/5/2022).

Infografis-podcast-Close-The-Door-Deddy-Corbuzier-2.jpg
Ketua MUI Bidang Dakwah, KH. M. Cholil Nafis. (FOTO: cholilnafis.com) 

Menurutnya, meskipun itu bawaan lahir tetapi bukan itu kadratnya. Manusia itu yang normal adalah laki berpasangan dengan perempuan begitu juga sebaliknya

"Janganlah kita ikut menyiarkan pasangan LGBT itu," tegas pria yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Pengasuh Pesantren Cendikia Amanah Depok, Jawa Barat ini menegaskan jenis kelamin sejatinya laki-laki dan perempuan, maka orientasi seksnya kepada lawan jenis agar ada pernikahan dan kelahiran.

Advertisement

"Ada yang memang terlahir kelamin ganda atau tak berkelamin. Ada pula yang kelamin satu tapi orientasi seksnya berlawanan. Ada pula yang memang normal kelaminnya tapi karena ikut-ikutan laki-laki berlaga perempuan. Semua itu dalam Islam harus dikembalikan pada jenis kelamin yang sebenarnya," Ketua MUI Bidang Dakwah, KH M Cholil Nafis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia