Tanggulangi Banjir, Pemkot Samarinda Robohkan Jembatan Gang Nibung
Salah satu langkah tepat untuk menanggulangi banjir di Kota Samarinda adalah melakukan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM). ...

SAMARINDA – Salah satu langkah tepat untuk menanggulangi banjir di Kota Samarinda adalah melakukan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM).
Sungai ini membelah Kota Samarinda, merupakan anak Sungai Mahakam dengan panjang 34,7 kilometer aliran yang berada di wilayah Samarinda.
Sungai Karang Mumus merupakan salah satu jalur transportasi air bagi warga yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Salah satu jembatan penyeberangan diatas SKM belum lama ini dirobohkan oleh Pemerintah Kota Samarinda, yakni Gang Nibung.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Karang Mumus ini merupakan akses warga untuk menyeberang ke Jalan DR. Sutomo, Pasar Segiri.
Menurut Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pembongkaran Jembatan Gang Nibung pastinya akan mengganggu aktivitas warga di sekitarnya.
Namun pihaknya telah meminta pengertian warga Gang Nibung untuk mendukung proyek normalisasi Sungai Karang Mumus.
“Warga meminta agar ditunda. Tapi kami memberikan pengertian kalau ada jalan akses lain yang dapat digunakan. Tapi kalau jembatan dipertahankan, pekerjaan akan macet. Sementara pekerjaan penanggulangan banjir di Gang Nibung Ruhui Rahayu ini lebih mendesak untuk kepentingan orang banyak,” ungkap Andi, Jumat (27/5/2022).

Andi menjelaskan dalam waktu dekat Pemkot Samarinda akan segera membangun jembatan pengganti yang lokasinya tidak jauh dari lokasi jembatan yang dibongkar
“Kami telah merencanakan pembangunan jembatan baru di sisi dalam dan itu sudah ada anggarannya, sehingga kita meyakinkan kepada masyarakat bahwa jembatan pengganti akan ada dan dibangun lebih baik,” ungkap Andi.
Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa pemenang tender dari pembangunan jembatan baru Gang Nibung sudah ada pemenangnya, sehingga proses pembangunan jembatan baru akan dapat segera direalisasikan.
Kepala Bagian (Kabag) SDA Pemkot Samarinda, Hambali, menyebutkan pembongkaran jembatan dilakukan agar tidak menghambat pengerjaan normalisasi SKM sesuai rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kaltim.
“Jembatan dibongkar agar dua alat berat ekskavator dari pihak TNI tidak terganggu melintas saat bekerja membersihkan sungai. Nanti untuk warga akan dibangungkan lagi jembatan baru,” ucap Hambali
Kemudian Hambali menambahkan jembatan pengganti akan dibangun di sisi dalam Gang Nibung dan pemerintah sendiri telah menganggarkan sekitar Rp8 miliar.
“Pembangunan jembatan dilakukan berbarengan kegiatan normalisasi SKM, Samarinda dan ditarget rampung pada 2022 ini. Hanya kurang dua rumah lagi. Pemiliknya di luar daerah, nanti bakal menyusul,” terangnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


